WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Upaya memerangi keterbatasan literasi di wilayah pesisir Tanah Laut kini menemukan terobosan nyata. Satpolairud Polres Tanah Laut menghadirkan inovasi bertajuk Perpustakaan Apung, memanfaatkan Kapal Polisi XIII-2002-38 sebagai ruang baca keliling bagi anak-anak pesisir.

Program ini menyapa warga Desa Sungai Rasau, Kecamatan Bumi Makmur, Selasa (13/1/2026). Kapal yang biasanya identik dengan patroli keamanan laut, kini bertransformasi menjadi pusat literasi yang sarat semangat edukasi.

Puluhan buku bacaan edukatif disusun rapi di atas geladak kapal. Anak-anak tampak antusias membaca, berdiskusi, hingga mengikuti arahan petugas. Kehadiran Perpustakaan Apung menjadi angin segar bagi wilayah yang selama ini kesulitan mengakses fasilitas perpustakaan.

Tidak hanya berfokus pada membaca, personel Satpolairud juga memberikan edukasi seputar pelestarian lingkungan laut dan keselamatan beraktivitas di perairan. Materi disampaikan dengan pendekatan komunikatif sehingga mudah dipahami anak-anak.

Kasatpolairud Polres Tanah Laut, Iptu Alamsyah Sugiarto, S.H., menegaskan bahwa Perpustakaan Apung merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung pemerataan pendidikan.

“Program ini kami hadirkan untuk menjangkau anak-anak di wilayah pesisir, pulau kecil, dan daerah terpencil. Harapannya, minat baca meningkat, wawasan bertambah, serta kesadaran menjaga lingkungan laut tumbuh sejak dini,” ujarnya.

Ia menambahkan, Perpustakaan Apung juga menjadi sarana mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat nelayan. Selain literasi, anak-anak dibekali pemahaman tentang keselamatan berlayar dan pentingnya menjaga ekosistem laut.

“Kami ingin program ini memberi manfaat nyata sekaligus membangun kepercayaan serta kedekatan Polri dengan masyarakat pesisir,” tambahnya.

Melalui inovasi ini, anak-anak pesisir Tanah Laut diharapkan tumbuh sebagai generasi cerdas, peduli lingkungan, dan siap menjadi pelindung sumber daya laut di masa depan. Perpustakaan Apung bukan sekadar kapal, tetapi simbol harapan baru bagi pendidikan di wilayah perairan.(Wartabanjar.com/Gazali)

editor: nur_muhammad