Guardiola Soroti Tekanan Premier League Usai Pemecatan Amorim di MU

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menyatakan fenomena pemecatan pelatih di Premier League semakin cepat terjadi setelah Ruben Amorim diberhentikan oleh Manchester United pada awal Januari ini.
Guardiola menilai tekanan di liga Inggris saat ini membuat manajer sulit mendapatkan waktu panjang untuk membuktikan diri di klub besar.

Guardiola menyoroti bahwa manajer kini diberi waktu lebih sedikit ketimbang beberapa era sebelumnya, sehingga keputusan pemecatan kerap muncul cepat meskipun sosok itu masih dihormati dari segi kualitas.
Dalam konteks itu, ia menyebut Amorim sebagai pelatih berkualitas yang sayangnya tidak mendapat waktu cukup untuk menstabilkan performa United.

Mantan pelatih Bayern Munich dan Barcelona ini enggan mengomentari keputusan internal klub lain secara detail karena menghormati institusi serta player yang terlibat.
Guardiola menegaskan bahwa situasi ini mencerminkan realitas keras sepak bola profesional di kompetisi domestik Inggris.

Pemecatan Ruben Amorim sendiri terjadi setelah 14 bulan menangani Manchester United, di tengah tren hasil yang tidak konsisten dan tekanan tinggi dari suporter serta manajemen klub.
Sebagai langkah sementara, MU menunjuk Darren Fletcher untuk menangani skuad sambil membuka peluang perekrutan manajer permanen yang baru musim ini.

Guardiola mengatakan bahwa keputusan klub untuk bergerak cepat dalam perubahan manajer merupakan salah satu wujud ekspektasi tinggi yang melekat pada klub besar di Premier League.
Menurutnya, hal ini menjadi tantangan tambahan bagi para manajer yang ingin sukses di tingkat tertinggi kompetisi sepak bola Inggris. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Baca Juga :   Pemain Futsal Indonesia Jadi Incaran 10 Klub Top Eropa

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca