WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Pasar Bauntung Tanjung dipastikan akan menjalani rehabilitasi besar-besaran pada tahun 2026. Fokus utama penataan diarahkan pada lantai dua agar kembali hidup, bersih, nyaman, dan memiliki fungsi ekonomi yang maksimal.
Ketua Komisi II DPRD Tabalong, Winarto, mengungkapkan bahwa rencana awal rehabilitasi sebenarnya lebih memprioritaskan area lantai dasar, sebagaimana disampaikan Kepala DKUPP Tabalong, Soleh. Namun, setelah melalui serangkaian pembahasan, desain penataan pasar akhirnya mengalami perubahan signifikan.
“Lantai dua akan ditata ulang total. Kios-kios lama dibongkar dan diganti konsep los terbuka. Lantai diperbaiki, plafon dipasang, sehingga suasana lebih rapi dan nyaman,” ujar Winarto.
Selain itu, lantai dua juga akan dilengkapi musholla sebagai fasilitas penunjang. Area los lainnya dibiarkan tanpa bangunan permanen agar fleksibel digunakan sesuai kebutuhan.
Konsep baru ini ditujukan agar lantai dua bisa dimanfaatkan sebagai food court, pusat kuliner, maupun toko serba ada berskala besar, sehingga aktivitas perdagangan di lantai atas kembali bergairah.
Sementara di lantai dasar, warung-warung yang selama ini berada di bagian depan pasar akan dipindahkan ke area belakang. Bagian depan pasar akan difungsikan sebagai lahan parkir kendaraan roda dua dan roda empat demi meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Dalam rangka mendukung penataan tersebut, Komisi I DPRD Tabalong juga menggelar rapat bersama paguyuban pedagang Pasar Bauntung Tanjung. Dari pertemuan itu, disepakati 13 usulan utama pedagang kepada pemerintah, antara lain:
Penggantian lantai keramik
Penggantian rolling door
Pengecatan seluruh toko
Pembuatan toko semi permanen untuk pedagang emas
Rehabilitasi musholla, WC, dan saluran pembuangan







