WARTABANJAR.COM, BARABAI – Dinas Perdagangan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) melakukan monitoring, pemantauan serta uji sampel pengisian BBM subsidi jenis Pertalite dan Bio Solar di sejumlah SPBU di wilayah HST, Jumat (22/5/2026).

Monitoring tersebut turut melibatkan Polres HST, Satpol PP HST, dan Dinas Perhubungan HST, guna memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan.

Beberapa SPBU yang dipantau di antaranya SPBU Durian Gantang, Belanti dan SPBU Jalan Tol.

Kepala Dinas Perdagangan HST, Irfan Sunarko, mengatakan dari hasil monitoring laporan tim di lapangan, ditemukan satu unit pompa atau pumping unit di SPBU Belanti mengalami masalah pada nozzle atau alat pengisian Pertalite.

Baca Juga: Dishub Balangan Tinjau Parkir Pasar Tradisional, Benahi Tata Kelola

Baca Juga: Ini Batas Larangan Potong Kuku dan Rambut Bagi yang Berkurban Idul Adha

“Di SPBU Belanti kami menemukan satu unit pompa yang bermasalah, yaitu antara panel layar informasi volume dan BBM yang keluar dari nozzle terdapat selisih atau tidak akurat,” ujarnya.

Menurut Irfan, kondisi tersebut sebenarnya sudah diketahui pihak pengelola SPBU. Dinas Perdagangan pun meminta agar pompa tersebut segera diperbaiki atau diganti karena berada pada nozzle Pertalite yang banyak digunakan masyarakat.

“Kami sarankan secepatnya diperbaiki atau diganti saja, karena posisinya di nozzle BBM jenis Pertalite yang sangat dicari masyarakat,” katanya.

Selain itu, pelayanan BBM subsidi di SPBU Belanti juga sempat tidak berjalan akibat kerusakan mesin.

Sementara di SPBU Jalan Tol, pelayanan BBM sementara tidak dilakukan karena sedang proses loading.

Sedangkan di SPBU Durian Gantang, petugas monitoring mendapati kendaraan roda empat jenis mikrolet masih dilayani pengisian Pertalite hingga Rp300 ribu sesuai batas ketentuan.

Namun, petugas juga menemukan adanya mikrolet yang diduga tetap melakukan pengisian BBM subsidi menggunakan barcode yang disebut telah pernah digunakan sebelumnya.

“Kami juga menemukan mikrolet yang menggunakan barcode yang diduga sudah pernah digunakan sebelumnya. Awalnya sempat ditolak petugas SPBU, namun akhirnya tetap diberi pengisian sekitar 10 liter,” tambahnya.