WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Prestasi gemilang kembali ditorehkan lifter kebanggaan Indonesia, Rizki Juniansyah. Atlet angkat besi ini resmi mendapat kenaikan pangkat dua tingkat dari Letnan Dua menjadi Kapten TNI setelah sukses memecahkan rekor dunia di ajang SEA Games ke-33 Thailand.

Kenaikan pangkat istimewa tersebut diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat penyerahan bonus atlet berprestasi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026). Pengumuman itu langsung disambut tepuk tangan meriah para atlet yang hadir.

“Panglima TNI dengan gagah menaikkan pangkat atlet ini dua tingkat. Dari Letnan Dua langsung Kapten,” ujar Prabowo.

Presiden menilai Rizki pantas menerima penghargaan tersebut karena telah berulang kali mengharumkan nama Indonesia di level internasional. Selain meraih emas dan rekor dunia di SEA Games, Rizki sebelumnya juga sukses mempersembahkan medali emas Olimpiade Paris 2024.

Atas prestasi tersebut, Rizki direkrut menjadi anggota TNI dengan pangkat Letnan Dua, sebelum akhirnya kini resmi menyandang pangkat Kapten.

Prabowo kembali menegaskan kebanggaannya terhadap Rizki di hadapan seluruh atlet.

“Di SEA Games dapat medali emas lagi dan pecahkan rekor dunia. Anda mengangkat kehormatan bangsa Indonesia di kancah dunia,” ucap Prabowo penuh apresiasi.

Momen Hangat di Istana

Suasana penyerahan bonus sempat mencair saat Prabowo memanggil Rizki dengan sebutan “Kapten Rizki” dan melontarkan pertanyaan ringan soal kehidupan pribadinya. Pertanyaan itu langsung memicu gelak tawa dan sorak para atlet.

“Sudah punya pacar?” tanya Prabowo.

“Siap, belum,” jawab Rizki singkat.

Prabowo pun berpesan agar Rizki dan seluruh atlet menggunakan bonus dengan bijak, termasuk menabung untuk masa depan.

“Ditabung yang baik, nanti kalau kawin bisa punya rumah yang baik,” kata Prabowo, disambut tawa hadirin.

Bonus Atlet Terbesar Sepanjang Sejarah

Pada kesempatan yang sama, pemerintah juga menyerahkan bonus dengan nilai terbesar sepanjang sejarah SEA Games. Atlet peraih emas sektor tunggal mendapat bonus Rp 1 miliar, sementara peraih perak menerima Rp 315 juta dan peraih perunggu Rp 157 juta.