WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Warga Kabupaten Tanah Laut kini tak perlu panik saat menghadapi situasi genting. Pemerintah daerah resmi mengandalkan layanan kegawatdaruratan Raza Lakas 112 sebagai pusat panggilan darurat terpadu yang bisa diakses tanpa pulsa, selama 24 jam penuh.

Layanan ini menjadi salah satu program unggulan dari 100 program prioritas Bupati Tanah Laut, dengan dukungan teknis langsung dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Melalui sistem satu pintu, masyarakat cukup mengingat satu nomor untuk berbagai kebutuhan darurat.

Supervisor Raza Lakas 112, Laila, menyebut kehadiran layanan ini bertujuan memangkas jarak antara warga dan bantuan pemerintah, khususnya saat terjadi kondisi yang mengancam keselamatan jiwa maupun keamanan lingkungan.

“Raza Lakas 112 ini layanan gratis 24 jam dan bisa diakses tanpa pulsa sama sekali. Ini komitmen pemerintah agar semua warga, tanpa terkecuali, bisa meminta bantuan kapan pun dibutuhkan,” ujarnya, Senin (5/1/2026).

Satu Nomor, Banyak Solusi Darurat

Melalui Raza Lakas 112, masyarakat Tanah Laut dapat melaporkan beragam kejadian darurat, mulai dari kebakaran, kecelakaan lalu lintas, bencana alam, hingga gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Tak hanya itu, layanan ini juga mencakup evakuasi hewan buas, penyelamatan hewan, kasus KDRT, bantuan ambulans, hingga laporan penerangan jalan umum dan persoalan infrastruktur yang membahayakan warga.

“Semua laporan akan kami respons dan teruskan ke instansi terkait sesuai jenis kejadiannya,” jelas Laila.

Antisipasi Gangguan, Disiapkan Jalur WhatsApp

Sebagai langkah antisipasi jika saluran telepon utama mengalami gangguan jaringan, pengelola Raza Lakas 112 juga menyediakan layanan pengaduan resmi melalui WhatsApp.

“Jika 112 tidak dapat dihubungi, masyarakat bisa mengirim laporan melalui WhatsApp di nomor 0878-2162-0932,” tambahnya.

Hadirnya Raza Lakas 112 menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut dalam menghadirkan layanan publik berbasis teknologi yang cepat, responsif, dan berpihak pada keselamatan warga. Dengan sistem ini, masyarakat diharapkan semakin sigap dan tidak ragu melapor saat kondisi darurat terjadi.(Wartabanjar.com/Gazali)

editor: nur_muhammad