PERAMPOKAN BANK TERBESAR JERMAN! Brankas Dibobol Pakai Bor, Rp 590 Miliar Raib Saat Libur Natal
WARTABANJAR.COM, BERLIN – Jerman diguncang aksi kejahatan spektakuler. Sebuah cabang Bank Sparkasse di Kota Gelsenkirchen, Jerman barat, menjadi sasaran perampokan besar-besaran dengan nilai kerugian fantastis yang ditaksir mencapai 30 juta euro atau setara Rp 590 miliar.
Aksi pencurian ini terungkap setelah rangkaian penyelidikan polisi yang mengungkap modus terencana, rapi, dan diduga dilakukan oleh kelompok profesional.
Berdasarkan keterangan kepolisian, perampokan diduga berlangsung saat libur Natal dan Tahun Baru, ketika aktivitas perkantoran dan lalu lintas di sekitar bank relatif lengang. Sejumlah saksi mengaku melihat beberapa pria membawa tas besar di area gedung parkir pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari.
Para pelaku diketahui masuk melalui gedung parkir yang terhubung langsung dengan bangunan bank. Dari lokasi tersebut, mereka menggunakan bor berukuran besar serta peralatan khusus pembuka logam untuk menembus ruang brankas bawah tanah.
Hasilnya, lebih dari 3.000 kotak penyimpanan milik nasabah dibobol secara paksa. Isi brankas yang raib didominasi uang tunai, emas batangan, hingga perhiasan bernilai tinggi.
Kejahatan ini baru diketahui setelah alarm kebakaran di gedung bank berbunyi pada Senin dini hari. Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan lubang besar menuju ruang brankas yang menunjukkan tingkat perencanaan dan eksekusi yang sangat matang.
Rekaman kamera pengawas memperlihatkan para pelaku menggunakan mobil Audi RS 6 berwarna hitam dengan pelat nomor curian serta sebuah van Mercedes-Benz putih untuk mengangkut hasil kejahatan.
Juru bicara Kepolisian Gelsenkirchen, Thomas Nowaczyk, menyebut aksi tersebut sebagai perampokan kelas berat. Polisi menduga pelaku memiliki keahlian teknis tinggi dan pemahaman mendalam terhadap sistem keamanan bank.
Pihak manajemen Bank Sparkasse Gelsenkirchen mengonfirmasi sekitar 95 persen dari total 3.250 kotak penyimpanan nasabah telah dibuka paksa. Setiap kotak diketahui diasuransikan hingga 10.300 euro atau sekitar Rp 202 juta.
Sebagian besar korban merupakan warga keturunan Turkiye yang selama ini menyimpan emas dan perhiasan di dalam brankas bank. Situasi sempat memanas ketika ratusan nasabah mendatangi gedung bank untuk memastikan kondisi simpanan mereka.