Pemilihan kawasan Thakher City dinilai sangat strategis. Area ini dikembangkan sebagai pusat modern untuk mengurai kepadatan di sekitar Masjidil Haram, namun tetap menawarkan akses transportasi yang efisien dan nyaman.

Dengan kepemilikan langsung, Danantara memiliki fleksibilitas untuk mengendalikan harga sewa kamar, terutama saat musim puncak haji dan umrah. Selain itu, lahan yang luas memungkinkan pengembangan ekosistem hospitalitas terpadu, mulai dari katering khas Indonesia hingga layanan pendukung lainnya.

Meski mengemban misi sosial, Rosan memastikan pengelolaan aset tetap berbasis profesionalisme dan prinsip bisnis, sehingga mampu memberikan return on investment (ROI) yang optimal bagi negara.

“Setiap langkah Danantara didasarkan pada kajian kelayakan yang matang. Tujuan kami bukan hanya melayani jemaah, tetapi juga memastikan keberlanjutan dan nilai tambah bagi Indonesia,” tegasnya.

Akuisisi Novotel Mekkah ini menandai babak baru peran Indonesia di Tanah Suci, tidak sekadar sebagai pengirim jemaah terbesar, tetapi juga sebagai pemilik aset strategis di jantung ibadah umat Islam dunia.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad