WARTABANJAR.COM, PADANG – Harapan menemukan Ipda Angga Mufajar, anggota Ditreskrimum Polda Riau, akhirnya harus berhadapan dengan kenyataan pahit. Setelah 15 hari pencarian intensif, Ipda Angga yang hilang dalam bencana banjir dan longsor di Padang Panjang, Sumatera Barat, belum juga ditemukan.

Ketua Tim Pencarian sekaligus Kapolsek Kampar, Kompol Asdisyah Mursyid, mengungkapkan bahwa seluruh upaya maksimal telah dilakukan sejak hari pertama kejadian.

“Kami sudah 15 hari melakukan pencarian di lokasi kejadian, namun hingga saat ini Ipda Angga belum berhasil ditemukan,” ujar Kompol Asdisyah, Minggu (14/12/2025).

Ia menjelaskan, tim gabungan telah menempuh berbagai metode pencarian, mulai dari penyisiran aliran sungai, penggalian material tanah, hingga pemindahan bongkahan batu besar yang diduga menimbun korban.

Fokus utama pencarian dilakukan dari titik longsor di kawasan jembatan kembar, menyusuri aliran Sungai Batang Anai dengan jarak kurang lebih 60 kilometer. Medan yang ekstrem dan cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan berat bagi tim di lapangan.

Sebelum pencarian resmi dihentikan, suasana haru menyelimuti lokasi. Rekan-rekan Ipda Angga yang pernah bertugas bersamanya menggelar penghormatan terakhir dengan tabur bunga, sebagai bentuk doa dan penghargaan atas pengabdian almarhum.

Ipda Angga diketahui hilang saat menjalankan tugas negara. Ia berangkat ke Padang pada Rabu (26/11/2025) untuk melaksanakan penyelidikan dan penyidikan tindak pidana. Namun, musibah banjir dan longsor yang melanda Padang Panjang merenggut jejaknya hingga kini.

Kisah ini memantik gelombang empati dari masyarakat. Di media sosial, ribuan netizen membanjiri kolom komentar dengan doa, ucapan belasungkawa, dan penghormatan atas dedikasi Ipda Angga yang gugur dalam tugas.

Ucapan seperti “Innalillahi wa innailaihi rojiun”, “Selamat jalan pahlawan tugas”, hingga doa agar almarhum husnul khatimah terus mengalir. Banyak pula yang menyampaikan rasa hormat atas pengorbanannya sebagai aparat penegak hukum.

Meski pencarian secara resmi telah dihentikan, doa dan harapan masyarakat tetap menyertai. Nama Ipda Angga Mufajar kini dikenang sebagai sosok yang mengabdikan diri sepenuhnya untuk tugas negara, bahkan hingga titik penghabisan.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)