Oprit Jembatan CUSA Jebol Sebelum Rampung: Pengamat Bongkar Sinyal Kuat Ada Masalah Teknis Serius

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Proyek Jembatan Cemara Ujung Sungai Andai (CUSA) kembali menuai sorotan tajam. Belum selesai dikerjakan, oprit jembatan sudah mengalami kerusakan berat hingga jebol, memunculkan tanda tanya besar soal kualitas dan proses pengerjaan konstruksi tersebut.

Pengamat Tata Kota Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Dr. Eng Akbar Rahman ST MT, menilai peristiwa ini sebagai alarm keras bahwa ada persoalan teknis yang mesti dibedah secara mendalam. Meski bukan ahli struktur jembatan, ia menegaskan bahwa kerusakan sebelum proyek rampung jelas bukan hal yang dapat dianggap normal.

“Kerusakan pada oprit sebelum jembatan selesai menandakan ada faktor teknis yang harus dievaluasi serius. Itu bisa terkait kondisi tanah dasar, metode penimbunan, atau pengendalian air. Tim ahli perlu turun penuh,” ujarnya.

Saat disinggung apakah kerusakan ini mengarah pada kesalahan desain, pelaksanaan, atau kualitas material, Akbar enggan berspekulasi. Semua kemungkinan, menurutnya, harus diuji lewat audit teknis yang profesional dan transparan.

“Penilaian itu tidak boleh berdasarkan asumsi. Bisa dari sisi perencanaan, pelaksanaan, kualitas material, hingga faktor eksternal. Semua harus dibuktikan melalui pemeriksaan lapangan dan dokumen teknis,” jelasnya.

Ia turut menekankan pentingnya pengawasan berlapis dalam proyek infrastruktur. Bila ada kelemahan dalam proses pengawasan, hal itu hanya dapat dipastikan setelah evaluasi menyeluruh.

Terkait potensi ketidakpatuhan kontraktor terhadap standar konstruksi, Akbar menegaskan bahwa kesimpulan semacam itu harus dibangun dari audit teknis, bukan opini. Namun ia mengingatkan bahwa kerusakan sebesar ini seharusnya menjadi peringatan keras bagi semua pemangku kepentingan.

“Idealnya, kerusakan signifikan harus diikuti evaluasi teknis menyeluruh sebelum pekerjaan dilanjutkan. Itu standar kehati-hatian dalam pembangunan infrastruktur,” tegasnya.