Komisi III DPRD Banjarmasin Sidak Proyek Jembatan Cemara Ujung: “Tahap Pertama 12 Miliar, Tapi Rusak!”
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Sebuah video yang beredar di Instagram menghebohkan warga Banjarmasin. Dalam unggahan itu terlihat anggota Komisi III DPRD Kota Banjarmasin turun langsung meninjau proyek Jembatan Cemara Ujung Sungai Andai atau disebut juga Jembatan CUSA yang sejak lama menuai keluhan publik karena tak kunjung difungsikan maksimal, meski anggaran terus mengalir.
Kunjungan tersebut bukan sekadar “cek lokasi” biasa. Rombongan Komisi III ingin melihat dari dekat apa yang sebenarnya terjadi di lapangan dan mengapa proyek jembatan ini tak kunjung tuntas meski sudah menghabiskan dana besar.
Kerusakan di Banyak Titik
Di lokasi, rombongan terkejut melihat kerusakan yang cukup parah pada konstruksi tahap awal. Kerusakan itu terlihat jelas dan terjadi di beberapa bagian:
Jembatan amblas di sejumlah titik,
Struktur pendekat retak,
Bekas runtuhan memperlihatkan adanya kegagalan perencanaan awal.
Ketua Komisi III, Muhammad Ridho Akbar, menyebut kondisi ini sangat jauh dari memuaskan. Ia menegaskan bahwa masyarakat berhak mendapat kejelasan soal penggunaan anggaran.
“Tahap pertama saja sudah habis 12 miliar, tapi hasilnya banyak yang rusak dan tidak bisa digunakan. Ini bukan angka kecil,” tegas Ridho, dikutip dari akun Instagram @banjarmasinbanget, Kamis (4/12/2025).
Jangan Salahkan Alam
Pihak teknis sebelumnya menyebut kerusakan dipicu oleh faktor alam, khususnya dinamika arus sungai. Namun Komisi III menilai alasan itu tidak cukup.
“Kalau memang sudah tahu karakter sungai kuat, perencanaan harus matang dari awal. Jangan bangun bertahap tapi kualitasnya kalah oleh arus,” lanjut Ridho.
Komisi III berencana membawa temuan ini ke rapat lanjutan, agar penanganan dan penggunaan anggaran proyek CUSA ke depan bisa lebih transparan dan akuntabel.
Proyek yang sedianya menjadi jalur penghubung strategis ini justru memicu perhatian publik karena lambatnya progres dan munculnya kerusakan besar di tahap awal. Pagelaran sorotan pun makin tinggi seiring kekesalan masyarakat yang sudah menunggu bertahun-tahun.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad