Empat Alat Berat “Keroyok” Batu Raksasa di Jembatan Kembar Padang, Tak Bergerak, Warga Usul Dijadikan Monumen!
WARTABANJAR.COM, PADANG — Upaya evakuasi pascabencana banjir bandang di kawasan Jembatan Kembar Padang berubah menjadi tontonan dramatis. Empat alat berat dikerahkan untuk memindahkan sebuah batu raksasa yang terseret arus galodo, namun material itu tetap tak bergeming, seolah “mengunci” jalur utama dan membuat proses pembersihan berjalan sangat lambat.
Batu berukuran masif tersebut kini menutup badan jalan, menyulitkan akses warga dan memperlambat masuknya bantuan. Tim lapangan terus bekerja keras, tetapi medan yang berat membuat pekerjaan tersendat.
Sementara petugas berjibaku, warganet justru ramai memberikan komentar beragam — ada yang kagum, ada yang khawatir, ada pula yang… ingin batu itu dipertahankan sebagai monumen bencana.
Berikut beberapa reaksi netizen yang viral:
“Biar lah batu itu di situ, biar jadi monumen 🙏 hati-hati yang mindahin, kalau sakit gimana 🙏.”
“Masya Allah, sampai dua ekskavator pun nggak mampu.”
“Monumen peringatan dari semesta itu.”
“Jadi tugu galodo aja itu.”
“Itu batu Sunan Ampel, pertanda buat kita semua, gesss.”
“Air saja bisa angkat batu sebesar itu… dahsyat sekali galodo kemarin.”
“Mungkin batu itu nggak mau dipindahin, pingin jadi prasasti bencana.”
“Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah Yang Maha Tinggi.”
Ada pula komentar bernada kritik: “Harusnya pakai drill, bukan bucket biasa. Tonase ekskavator pun bakal kalah.”
Fenomena batu raksasa yang tak mampu dipindahkan ini menjadi simbol betapa dahsyatnya kekuatan alam. Banyak warga menyebut batu itu “saksi bisu” galodo yang menghantam wilayah tersebut.
Terlepas dari perdebatan apakah batu ini kelak dipindah atau dijadikan tugu peringatan, petugas masih terus berupaya membuka akses demi mempercepat distribusi bantuan.
Tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan dan pastikan mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah dan BNPB.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur muhammad