Kedua, perbaikan distribusi dan stabilisasi harga. Melalui TPID, pemerintah rutin menggelar operasi pasar dan pasar murah, sekaligus mendorong pedagang menjaga etika usaha dan menghindari praktik penimbunan.
Ketiga, respons cepat pengendalian harga, yaitu pemantauan harga harian, pengaktifan Satgas Pangan, serta menyiapkan cadangan komoditas yang bisa segera digerakkan saat terjadi gejolak harga.
Dalam kesempatan itu, Bupati Samsul Rizal juga menyinggung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai peluang besar bagi petani lokal untuk mendapatkan pasar yang lebih luas.
“Saya berharap penyedia layanan MBG melibatkan petani kita sendiri sebagai pemasok beras, sayur, telur, ikan, dan daging. Jangan sampai petani hanya menjadi penonton di banua sendiri,” tegasnya.
Bupati Samsul Rizal menekankan bahwa menjaga stabilitas harga tidak bisa dilakukan pemerintah seorang diri. Dibutuhkan kerja sama semua pihak, petani, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat.
“Dengan sinergi dan komitmen bersama, kita bisa melindungi daya beli masyarakat dan memastikan perekonomian daerah tetap tumbuh,” tutupnya. (wartabanjar.com/Adew)
Editor Restu







