Koordinator Unit Siaga SAR Bireuen, M. Rizal,
menyampaikan bahwa debit air di beberapa
wilayah Kabupaten Bireuen mulai menunjukkan penurunan pada Kamis pagi.
Namun demikian, sejumlah titik masih sulit dijangkau akibat kerusakan infrastruktur. la menjelaskan bahwa akses jalan dari Bireuen menuju Aceh Utara dan Lhokseumawe tidak dapat dilalui sementara waktu karena Jembatan Krueng Peusangan terputus.
Sepanjang operasi pada 25 November, tim
berhasil mengevakuasi warga dari beberapa
desa, termasuk Desa Cureh, Uten Retoh, Mns.
Gadong, dan Mns. Capa. Upaya penyelamatan
dilanjutkan pada 26 November di Kecamatan
Peusangan, di mana tim mengevakuasi puluhan warga yang terjebak di rumah, termasuk balita, lansia, warga sakit, empat warga yang tersangkut di pohon akibat arus banjir, serta satu ibu hamil.
Pada 27 November, tim kembali melakukan evakuasi di Desa Pante Lhong. Selain menyelamatkan warga yang terjebak,
tim juga menemukan dua korban dalam kondisi meninggal dunia serta mengevakuasi warga dengan kondisi lumpuh dan sejumlah lansia yang membutuhkan pertolongan segera.
Secara keseluruhan, 99 jiwa dan 300 kepala
keluarga berhasil dievakuasi selama tiga hari
operasi pencarian dan pertolongan di wilayah
Kabupaten Bireuen. (Wartabanjar.com/humassar)
Editor Restu







