Drama Khabib vs McGregor Memanas Lagi: Serangan Balik, Ejekan Pedas, hingga Tuduhan Penipuan!
WARTABANJAR.COM – Api rivalitas Khabib Nurmagomedov dan Conor McGregor tampaknya tak pernah padam. Setelah bertahun-tahun berlalu dari duel panas mereka di UFC 229, keduanya kembali saling serang di dunia maya—dan pemicunya kali ini adalah Papakha, topi tradisional Dagestan yang sarat makna budaya.
Semua bermula ketika Khabib melelang Papakha miliknya melalui kanal Telegram sebagai bagian dari peluncuran NFT terbaru. Tidak main-main, Papakha tersebut dikabarkan terjual hingga 4,4 juta USD atau sekitar Rp 73 miliar hanya dalam waktu 24 jam.
Aksi itu langsung memantik komentar pedas dari Conor McGregor. Melalui akun X, ia menuding Khabib melakukan penipuan dengan memakai nama mendiang ayahnya, Abdulmanap Nurmagomedov, untuk menjual NFT.
“Tidak mungkin Khabib yang baik hati itu menipu penggemarnya menggunakan nama ayahnya dan budaya Dagestan. Father's Plan jadi Father's scam,” tulis McGregor dengan nada mengejek.
Tak tinggal diam, Khabib membalas dengan tegas. Ia menyebut McGregor sebagai “pembohong besar” dan menegaskan bahwa Papakha NFT itu justru bentuk penghormatan terhadap budaya Dagestan yang kini semakin dikenal dunia.
Drama terus berlanjut. McGregor kembali memanas-manasi dengan menyebut langkah Khabib sebagai eksploitasi nama ayahnya. Balasan itu disambut Khabib dengan serangan pribadi: ia menyinggung McGregor sebagai pecandu alkohol dan menantangnya datang ke Dagestan untuk “diurus” oleh para mantan pasien rehabilitasi di pusat yang ia kelola.
Pertikaian keduanya mengingatkan publik pada perseteruan lama yang memuncak pada Oktober 2018 di UFC 229. Saat itu, Khabib menundukkan McGregor lewat kuncian di ronde keempat dan mempertahankan gelar juara kelas ringan. Sejak sebelum pertarungan hingga sesudahnya, McGregor memang sering melontarkan hinaan kepada negara, agama, hingga keluarga Khabib, membuat hubungan keduanya semakin penuh bara.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur muhammad