Menolak implementasi BBM bercampur etanol, serta meminta Pemerintah Pusat melakukan kajian ulang menyeluruh demi menjamin distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat.
Menuntut Presiden dan DPR RI untuk segera mengesahkan undang-undang yang berpihak pada rakyat.
“Kami kembali turun ke jalan, karena tuntutan kami pada aksi sebelumnya tidak dipenuhi,” teriak salah satu perwakilan mahasiswa dalam orasinya.
Massa aksi juga kembali mendesak Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK, untuk segera keluar menemui mereka.
“Maka dari itu, kami meminta agar Supian HK segera turun ke sini!” seru massa aksi dengan lantang.
Hingga laporan ini disusun, massa aksi masih bertahan di lokasi, menunggu respons resmi dari pimpinan dewan.(Wartabanjar.com/Iqnatius)
editor: nur muhammad







