WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Suasana Sungai Barito mendadak riuh saat sebuah kapal penyeberangan “bertubrukan” dengan kelotok di dekat Pelabuhan Trisakti, Rabu (26/11/2025) pagi. Tabrakan itu memicu kebakaran hebat hingga memaksa penumpang dan Anak Buah Kapal (ABK) terjun panik ke sungai untuk menyelamatkan diri.

Sejumlah korban “berjatuhan”—mulai dari luka bakar, patah tulang, hingga kondisi meninggal di lokasi kejadian. Namun peristiwa mengerikan ini bukan insiden nyata, melainkan bagian dari simulasi puncak Latihan Gabungan (Latgab) SAR yang digelar Lanal Banjarmasin bersama berbagai instansi maritim.

Tim SAR gabungan dari Lanal Banjarmasin, Pelindo, Polairud, Kantor SAR Banjarmasin, dan PT Ambapers bergerak cepat mengevakuasi para korban menggunakan seluruh armada yang tersedia. Para korban yang mengalami luka serius langsung mendapat pertolongan medis di Posko SAR Lanal Trisakti, sebelum dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan lanjutan.

BACA JUGA: UPDATE Mahasiswa Geruduk DPRD Kalsel, Enam Tuntutan Menggema di Depan Gedung Dewan!

Simulasi ini merupakan bagian dari rangkaian Latgab SAR yang berada di bawah jajaran Koarmada RI melalui KodAeral XIII. Sebanyak 23 personel dari tujuh instansi dilibatkan:

Lanal Banjarmasin (4 personel)

Polairud (4 personel)

Basarnas/KanSAR Banjarmasin (4 personel)

PT Ambapers (4 personel)

KSOP (3 personel)

BPBD (3 personel)

Komandan Lanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Ahmad Ahsan, yang diwakili Pasops Lanal Mayor Laut (P) Tri Sumaryanto, menjelaskan bahwa latihan gabungan ini merupakan bagian dari program Opslat Lanal Banjarmasin dan akan dijadwalkan menjadi agenda rutin tahunan.

“Latihan gabungan hari ini terdiri dari tujuh instansi: Lanal Banjarmasin, Pelindo, Polairud, KanSAR Banjarmasin, KSOP, BPBD, dan PT Ambapers,” ujarnya.

Latihan digelar bertahap sejak Senin (24/11/2025) melalui apel gelar pasukan dan pemeriksaan material. Pada Selasa (25/11/2025), para peserta menerima teori serta praktik penyelamatan air di Danau Seran, Kabupaten Banjar.

“Hari ini merupakan puncak kegiatan dengan simulasi manuver lapangan SAR air di Sungai Barito, dilanjutkan evaluasi dan penutupan oleh Komandan Lanal Banjarmasin,” tambahnya.