WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Kota Banjarmasin sekarang ini kerap banjir.

Tak cuma karena faktor alam, namun juga disebut-sebut karena tata bangunan yang tidak lagi menunjang untuk menghindari bencana alam seperti banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin kerap mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi banjir rob.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin, Husni Thamrin menegaskan bahwa kondisi geografis Kota Banjarmasin berada di dataran rendah membuat kota ini rentan genangan.

Dari 5 kecamatan dan 52 kelurahan, semua ini dataran rendah dan di bawah permukaan laut.

"Sekitar 16-19 sentimeter di bawah permukaan laut, jika terjadi pasang air laut mencapai 2,5-3 MDPL, maka beberapa wilayah pasti akan tergenang,” ucapnya belum lama ini, dikutip Rabu (26/11/2025). 

BACA JUGA: Usut Dugaan Korupsi, Kejari Banjarmasin Geledah Kantor Disdik 4,5 Jam

Husni menyampaikan, dulu masyarakat lebih siap menghadapi kondisi seperti ini dikarenakan rumah-rumah dibangun dengan konsep panggung.

Berbeda dengan sekarang, sudah banyak rumah yang diuruk sehingga air pasang mudah masuk ke area rumah.

“Hanya saja warga dulu tidak mengeluh seperti sekarang. Karena zaman dulu warga bisa sekaligus bermain air. Namun sekarang itu menjadi masalah. Jika dulu air cepat naik, turun atau surutnya juga cepat," katanya.

Dulu, waktu surut hanya 2-3 jam, amun sekarang air bisa bertahan hingga setengah hari atau lambat surutnya.

Husni menilai, kemunculan banjir tak hanya disebabkan oleh pasangnya air laut, tetapi juga kurangnya kesadaran warga dalam menjaga kebersihan drainase.

Masyarakat, menurutnya, harus memastikan drainase di sekitar rumah mereka berfungsi dengan baik agar air juga mudah terserap.

Husni menegaskan pemerintah sebenarnya telah memiliki aturan terkait pembangunan rumah, yaitu harus berkonsep panggung, dimana 70 persennya berbentuk panggung dan hanya 30 persennya boleh diuruk untuk halaman.

Lemahnya pengawasan pemerintah dalam hal ini membuat aturan itu sering diabaikan.