“Meski sekolah dipindah, akses jalannya tetap kita bangun. Di sana masih ada permukiman warga,” ujarnya.
Diketahui, SDN Basirih 10 selama ini menghadapi dua persoalan utama: akses menuju sekolah yang kerap terendam pasang, serta kondisi bangunan yang mulai rusak di beberapa ruang kelas.
Situasi tersebut membuat sejumlah siswa terpaksa menembus banjir saat berangkat belajar.
Rencana relokasi ini pun menjadi harapan baru bagi perbaikan kualitas pendidikan di wilayah tersebut. (Wartabanjar.com/Ramadan)
Editor Restu







