WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN– Memasuki puncak musim hujan, BPBD Kota Banjarmasin mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem seperti angin kencang, puting beliung, dan hujan deras yang dapat menyebabkan pohon tumbang serta kerusakan rumah.
Kepala BPBD Banjarmasin, Husni Thamrin, menjelaskan bahwa fenomena angin kencang biasanya terjadi pada masa transisi musim, semakin meningkat pada kondisi hidrometeorologi basah.
“Ada angin darat dan angin laut bertemu. Itu bisa menimbulkan angin kencang atau puting beliung,” katanya.
BPBD mencatat, kerusakan yang sering terjadi akibat cuaca ekstrem meliputi atap rumah terangkat angin, papan reklame roboh, serta pohon tumbang.
“Kondisi rumah berbahan kayu atau beratap seng menjadi yang paling rentan. Kalau atap hanya disekrup seadanya, sedikit angin saja bisa terbang,” ujarnya.
Husni mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar rumah saat peringatan cuaca ekstrem dikeluarkan BPBD atau BMKG.
“Kami imbau agar masyarakat tidak berteduh di bawah pohon besar ataupun papan reklame, karena risiko tertimpa material sangat tinggi,” paparnya.
Menurut analisis BPBD, bulan November memiliki tiga fase pasang tinggi air laut, dan saat memasuki fase ketiga, ketinggian air dapat mencapai 2,8 hingga 3 meter di atas permukaan laut.
“Kalau sudah 2,5 meter saja, kami tahu beberapa titik pasti terendam. Lebih dari itu pasti meluas,” jelasnya.
BACA JUGA: DETIK-DETIK Jurnalis Amerika-Lebanon Rebut Al-quran yang Hendak Dibakar Kandidat Senat AS Jake Lang







