WARTABANJAR.COM, BARABAI – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman warga di Desa Binjai Pirua, RT 06 RW 03, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, Rabu (12/11/2025) sore sekitar pukul 17.35 Wita.

Peristiwa yang terjadi menjelang waktu magrib, membuat warga panik dan berhamburan ke luar rumah.

Api dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan lain yang sebagian besar terbuat dari kayu.

Baca Juga Prof. Nida Dilantik Jadi Rektor UIN Antasari Banjarmasin, Kakanwil Kemenag Kalsel : Semoga Jadi Kartini Hebat

Dalam waktu singkat, tiga rumah warga ludes terbakar, sementara seorang remaja dilaporkan mengalami sesak napas akibat asap tebal.

Kepala Pelaksana BPBD HST, Ahmad Apandi, melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik, Fitriadinoor, membenarkan kejadian tersebut.
“Api berhasil dipadamkan sepenuhnya setelah petugas gabungan bersama warga berjibaku di lokasi,” ujarnya, Rabu malam.

Fitriadinoor menjelaskan, tiga rumah yang terbakar masing-masing milik Ardiansyah (1 KK, 4 jiwa), Samli (2 KK, 9 jiwa), dan Arbani (1 KK, 5 jiwa). Seluruh bangunan yang mayoritas berbahan kayu itu hangus terbakar 100 persen, termasuk dokumen penting dan barang berharga milik para korban.

Selain kehilangan tempat tinggal, salah satu anak korban, Dina Mustaqimah (14 tahun), pelajar SMPN 13 HST, mengalami sesak napas akibat menghirup asap tebal. Ia segera dievakuasi oleh relawan ke RSUD H. Damanhuri Barabai (RSHD) untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban mengalami gangguan pernapasan dan langsung di evakuasi oleh tim relawan ke RSUD H. Damanhuri Barabai, sementara lainnya dalam keadaan selamat,” tambah Fitriadinoor.

Petugas gabungan dari TRC BPBD HST, Tagana, TNI, Polri, BPK/PMK Balakar 654, relawan, aparat desa, dan masyarakat setempat bergerak cepat melakukan pemadaman agar api tidak meluas ke rumah lain.

Setelah kurang lebih 30 menit berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan 100 persen, dan kondisi di lokasi kini telah dinyatakan aman dan terkendali.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Sementara itu, BPBD HST bersama pemerintah desa terus melakukan pendataan dan koordinasi untuk menyalurkan bantuan bagi korban terdampak.