WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN– Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kini mulai memasuki tahap kedua dan ketiga sosialisasi pembebasan lahan untuk proyek National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) di kawasan Zafri Zamzam, Sungai Juring, dan Kelayan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah, yang menegaskan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan sosialisasi sekaligus pengumpulan data terhadap warga yang lahannya terdampak proyek tersebut.

“Memang kita sudah memasuki tahap kedua dan ketiga sosialisasi. Tahap kedua itu dari Sungai Gardu sampai Simpang Gatot, dan tahap ketiga dari Simpang Gatot sampai Pasar Kuripan. Jadi sekarang sudah masa sosialisasi dan pengumpulan data,” ujar Suri.

Menurutnya, proses pendataan dilakukan berdasarkan Daftar Pemilik dan Penguasaan Tanah (DPPT) yang telah disusun sesuai dengan desain proyek.

Dalam daftar tersebut sudah tercantum nama pemilik dan alamat yang akan menjadi dasar sosialisasi dan verifikasi lapangan.

“Di situ sudah ada namanya, alamatnya, jadi masyarakat diminta untuk menyiapkan dokumen-dokumen kepemilikannya,” jelasnya.

Suri menyebut, untuk tahap kedua dan ketiga proyek ini, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp185 miliar.

Dana tersebut akan digunakan untuk proses pembayaran ganti rugi lahan warga.

“Totalnya untuk tahap dua dan tiga di kawasan Zafri Zam-zam ini sebesar Rp185 miliar. Insya Allah, pembayarannya dilakukan pada Januari, Februari, atau Maret 2026,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembebasan lahan harus rampung paling lambat Maret 2026 karena pada April mendatang proyek sudah harus masuk tahap kontrak fisik.

“April itu mereka sudah kontrak. Artinya, pembebasan lahan dan pembayarannya harus selesai sebelum itu,” tegasnya.

Suri menambahkan, proyek ini merupakan bagian dari program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) yang didukung pendanaan dari Bank Dunia.

"Karena itu, jika pembebasan lahan di Banjarmasin tidak selesai tepat waktu, proyek bisa saja dialihkan ke kota lain yang lebih siap, karena proyek ini ada batas waktu, dan closing loan-nya pada akhir 2027," tambahnya.