Garber segera keluar kantor dan melihat lautan api serta asap hitam pekat melahap area logam bekas milik perusahaannya.

“Banyak orang berlari keluar dari gedung. Salah satu karyawan saya sempat berteriak, ‘Semua lari, itu datang ke arah kita!’” ujarnya.

Beberapa karyawan dan pelanggan bahkan melompat keluar lewat jendela belakang demi menyelamatkan diri.
Hingga kini belum diketahui berapa banyak pelanggan yang berada di lokasi saat kecelakaan terjadi, namun menurut CEO perusahaan Sean Garber, toko tersebut biasanya melayani hingga 250 pelanggan per hari.

Kecelakaan ini menambah panjang daftar tragedi penerbangan yang melibatkan maskapai kargo UPS.
Sejak 2006, sudah tiga insiden besar terjadi, termasuk kecelakaan pada 2013 di Birmingham, Alabama, yang menewaskan dua pilot setelah pesawat UPS gagal mendarat dengan selamat.

Kini, penyelidik NTSB dan FAA tengah melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan mengerikan di Kentucky tersebut.(Wartabanjar.com/nurmuhammad)

editor: nur muhammad