Gregoria Mariska Tunjung Hadapi Lawan Terberat: Diri Sendiri

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Gregoria Mariska Tunjung mengungkap bahwa tantangan terbesar yang dihadapi saat ini bukan lawan di lapangan, melainkan kondisi fisik dan mental dirinya sendiri.
Setelah sempat terserang vertigo dan menjalani jeda panjang, pebulu tangkis tunggal putri Indonesia itu belum menemukan ritme terbaiknya sepanjang lima turnamen terakhir.

Menurut catatan, pencapaian terbaik Gregoria dalam periode tersebut hanya mencapai babak perempat final, kemudian diikuti beberapa turnamen dengan hasil di babak 32 atau 16 besar.
Masalahnya, vertigo yang kambuh-kambuhan membuatnya sering absen turnamen dan kehilangan konsistensi latihan intensif.

“Saya merasa sedang melawan diri sendiri karena kondisi ini datang tiba-tiba dan saya tidak tahu kapan akan kambuh,” ungkap Gregoria di Pelatnas PBSI Cipayung.
Ia menambahkan bahwa kepercayaan dirinya sempat goyah karena periode istirahat panjang dan tubuhnya belum kembali ke kondisi ideal sebagai atlet profesional.

Meski demikian, Gregoria tetap optimis dan menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah kebugaran, teknik pukulan, serta pola permainan yang sempat tertinggal.
Ia mengincar dua turnamen akhir tahun untuk menunjukkan perubahan performa: Kumamoto Japan Masters dan Australia Open.