WARTABANJAR.COM, JAKARTA — Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, H. M. Syarifuddin, mempresentasikan capaian kinerja luar biasa di hadapan panelis Tim Presentasi Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) Periode Mei 2026 Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang dipimpin langsung oleh Wakil Kepala BKN RI, Suharmen.

Kegiatan berlangsung di Aula Gedung I Lantai 5 kantor pusat Badan Kepegawaian Negara, Jalan Mayjend Sutoyo, Cililitan, Jakarta Timur pada Selasa (21/4/2026) pagi.

Bersama 12 pejabat lainnya dari berbagai instansi pemerintah daerah di seluruh Indonesia serta kementerian RI, Sekdaprov Syarifuddin mengikuti tahapan penilaian dan presentasi sebagai bagian dari proses evaluasi kinerja serta penguatan kompetensi pejabat tinggi aparatur sipil negara.

Kegiatan ini menjadi forum penting untuk menilai inovasi, capaian, serta kontribusi nyata para peserta dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Dalam paparannya, Syarifuddin menekankan sejumlah inovasi strategis di sektor pariwisata Kalimantan Selatan yang dinilai berdampak langsung terhadap peningkatan layanan publik, promosi daerah, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Salah satu inovasi utama yang dipresentasikan adalah aplikasi SIDAPAKASE, sebuah platform berbasis mobile yang mengintegrasikan berbagai informasi pariwisata dalam satu sistem. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat mengakses data destinasi wisata, hotel di sekitar lokasi, statistik kunjungan, travel agent, event daerah, hingga informasi ekonomi kreatif, kelompok sadar wisata (pokdarwis), dan kuliner khas Kalsel.

Kehadiran SIDAPAKASE disebut sebagai solusi atas kebutuhan data pariwisata yang akurat, terintegrasi, dan real-time, sehingga mampu mendukung perencanaan dan pengambilan kebijakan pemerintah secara lebih efektif, sekaligus mempermudah wisatawan dan pelaku usaha dalam mengakses informasi dan peluang promosi.

Selain itu, inovasi Video Virtual Reality (VR) 360 turut menjadi sorotan dalam presentasi tersebut. Teknologi ini memungkinkan pengguna merasakan pengalaman visual destinasi wisata secara menyeluruh, seolah berada langsung di lokasi.

Penggunaan VR 360 dinilai memperkuat strategi promosi pariwisata yang sebelumnya telah memanfaatkan berbagai media, dengan memberikan pengalaman imersif kepada calon wisatawan.