5 Pengeroyok Pemuda yang Mau Istirahat di Masjid Sibolga Ditangkap, Polisi Ungkap Motif Para Pelaku
WARTABANJAR.COM, MEDAN — Tragedi berdarah mengguncang Kota Sibolga, Sumatera Utara, setelah seorang pemuda bernama Arjuna Tamaraya (21) tewas dikeroyok lima orang warga setempat di teras Masjid Agung Sibolga, Jumat (31/10/2025) dini hari.
Peristiwa memilukan ini bermula ketika Arjuna datang ke masjid dengan niat menumpang istirahat. Namun, aksinya itu justru memicu amarah sekelompok warga yang merasa tidak terima.
Menurut Kasi Humas Polres Sibolga, AKP Suyatno, kelima pelaku masing-masing berinisial ZP (57), HB (46), SSJ (40), REC (30), dan CLI (38) kini telah berhasil ditangkap dan diamankan polisi.
“Motif pengeroyokan karena pelaku tersinggung korban tidak mengindahkan perintah agar tidak beristirahat di masjid. Padahal tidak ada larangan siapa pun untuk istirahat di masjid,” ungkap AKP Suyatno, Selasa (4/11/2025).
Suyatno menegaskan, aksi tersebut murni merupakan tindak kriminal, bukan karena alasan agama atau aturan masjid.
“Benar, tidak ada larangan istirahat di masjid. Ini murni tindakan penganiayaan,” tegasnya.
Kronologi Sadis di Teras Masjid
Kasat Reskrim Polres Sibolga, AKP Rustam E. Silaban, menjelaskan bahwa peristiwa bermula sekitar pukul 01.30 WIB. Saat itu, korban datang dan meminta izin kepada ZP untuk beristirahat di teras masjid. Namun, ZP melarangnya.
Beberapa saat kemudian, ZP melihat korban tetap berbaring di dalam masjid tanpa menghiraukan larangannya. Tersulut emosi, ZP memanggil empat rekannya — HB, SSJ, REC, dan CLI — untuk mendatangi korban.
“Para pelaku kemudian memukuli korban di dalam masjid, menyeretnya ke luar hingga kepalanya terbentur anak tangga, lalu meninggalkannya tergeletak di area parkir,” ujar Rustam.
Korban mengalami luka parah di bagian kepala dan tubuh, hingga akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian. Polisi kini masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain maupun motif tambahan di balik aksi brutal tersebut.
Kasus ini menuai gelombang kecaman publik, karena lokasi kejadian berada di tempat ibadah yang seharusnya menjadi tempat aman dan damai.(Wartabanjar.com/nurmuhammad)
editor: nur muhammad