HARU! 14 Tahun Dicari, Kerangka Gadis Cilik Korban Tsunami Jepang 2011 Akhirnya Ditemukan 100 Km dari Rumahnya

WARTABANJAR.COM, OSAKA – Setelah 14 tahun penantian panjang, keluarga Yamane di Prefektur Iwate, Jepang, akhirnya menemukan jawaban atas misteri hilangnya sang buah hati, Natsuse Yamane, gadis berusia enam tahun yang menjadi korban gempa dan tsunami dahsyat 2011.

Kerangka kecil Natsuse ditemukan sekitar 100 kilometer dari rumahnya, tepatnya di pesisir Kota Minami-Sanriku, Prefektur Miyagi, oleh seorang pekerja konstruksi sukarelawan yang tengah membersihkan garis pantai pada Februari 2023.

Hasil uji DNA pada 9 Oktober 2025 memastikan tulang rahang dan beberapa gigi yang ditemukan adalah milik Natsuse. Tepat seminggu kemudian, pada 16 Oktober 2025, kerangka itu diserahkan kepada keluarga, menutup kisah panjang pencarian yang penuh air mata.

Ketika gempa bermagnitudo 9,0 mengguncang Jepang timur laut pada 11 Maret 2011, Natsuse tengah berada di rumah bersama sang nenek di Kota Yamada, Prefektur Iwate. Saat tsunami datang, gadis kecil itu terseret ombak saat berusaha menuju tempat evakuasi.

Sang ibu, Chiyumi Yamane, mengenang momen memilukan itu dengan suara bergetar.

“Ketika memegang guci kecil berisi tulangnya, aku seperti mendengar dia memanggil ‘mama’. Itu kata yang sering ia ucapkan dulu,” ujar Chiyumi dengan air mata menetes.

Natsuse diketahui mengalami autisme, namun selalu memanggil ibunya dengan penuh kasih. “Sekarang rasanya keluarga kami utuh kembali,” tambah Chiyumi.