Oranye: Semangat dan perjuangan
Biru: Ilmu pengetahuan dan ketenangan
Magenta: Keberanian dan kreativitas
Kuning: Kebijaksanaan dan keceriaan
Ungu: Spiritualitas dan keikhlasan
Pita yang berpadu dengan cakrawala melambangkan harmoni antara keberagaman, kebangsaan, dan cita-cita luhur santri dalam membangun kemajuan bangsa.
Peringatan Hari Santri Nasional pertama kali ditetapkan pada tahun 2015 oleh pemerintah Republik Indonesia.
Penetapan ini disambut hangat oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai bentuk pengakuan negara terhadap perjuangan para santri dan ulama dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Hari Santri menjadi momentum untuk mengingat kembali peran resolusi jihad 22 Oktober 1945, yang dikeluarkan oleh KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU, dalam menggerakkan semangat perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Dengan tema besar “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”, Hari Santri 2025 mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk:
Meneladani semangat juang para santri dan ulama.
Meneguhkan nilai-nilai toleransi, kebangsaan, dan kemanusiaan.
Menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Peringatan ini menjadi refleksi spiritual sekaligus ajakan global bagi santri Indonesia untuk tampil sebagai duta perdamaian, ilmu, dan moralitas di pentas dunia.(Wartabanjar.com/Berbagai Sumber)
editor: nur muhammad







