Abdul Fikri menilai arah kebijakan Presiden Prabowo yang menitikberatkan pada pembangunan manusia sejalan dengan visi pengentasan kemiskinan dan pemerataan pendidikan.

“Banyak anak Indonesia yang memiliki IQ tinggi, bahkan di atas 120, tapi mereka berasal dari keluarga miskin. Ini yang harus ditampung melalui beasiswa LPDP,” ungkapnya.

Menurutnya, keputusan Presiden untuk memanfaatkan dana sitaan korupsi bukan hanya langkah efisien secara fiskal, tetapi juga simbol keadilan moral — mengembalikan uang hasil kejahatan untuk kepentingan rakyat, terutama pendidikan generasi penerus bangsa.(Wartabanjar.com/Berbagai Sumber)

editor: nur muhammad