Dalam pemberitaan, ia dikaitkan dengan pernyataan kontroversial saat demonstrasi terkait tayangan televisi.
Dalam video yang beredar di media sosial, Ainul Yakin tampak menyampaikan orasi yang mengancam pihak terkait tayangan televisi.
TransJakarta kemudian mengklarifikasi bahwa pernyataan Ainul Yakin tersebut merupakan pandangan pribadi, dan tidak mencerminkan kebijakan atau sikap resmi Perusahaan.
Komentar pedas pun membanjiri lini masa:
“Adab??????? 👏👏 keliatan aslinya…”
“What… Komisaris? Jalur apa nih jadi komisaris 😂”
“Harus dipecat ini! 🔥🔥🔥”
“Hello, apa kabar dana haji… 😂😂”
“Udh jelas kalimat pengancaman. Tolong diusut, bawa ke hukum!”
“Hanya karena ketua ormas bisa jadi komisaris?”
“Kyai yang cabuli santrinya nggak digorok? Beeeuhh… ngeri kali bapak ini!”
“Seperti ini kah hasil didikan pondok NU?”
“@prabowo, yang beginian masih bebas aja di bumi nusantara yak?”
Tagar #PecatKomisaris, #CTCorp, dan #AinulYaqin pun langsung menjadi trending di berbagai platform.
Publik menyoroti posisi Ainul yang dinilai tidak mencerminkan etika seorang pejabat BUMD dan tokoh ormas keagamaan.
Sebagian bahkan mendesak Pemprov DKI dan PT Transjakarta untuk segera mengambil sikap tegas.
Hingga kini, pihak Transjakarta maupun Kementerian Agama belum memberikan klarifikasi resmi. Namun, desakan publik agar kasus ini diusut hingga tuntas semakin kuat.
“Ucapan ancaman di ruang publik tidak bisa dianggap sepele. Apalagi diucapkan oleh figur yang punya jabatan strategis,” tulis salah satu pengguna X yang viral dikutip ribuan kali.
Netizen pun sepakat bahwa kasus ini bukan sekadar soal emosi, tapi juga cerminan moral pejabat publik di era digital, di mana setiap tindakan bisa menjadi sorotan nasional dalam hitungan detik.(Wartabanjar.com/Berbagai Sumber)
editor: nur muhammad







