WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Jagat media sosial mendadak panas! Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria melontarkan ancaman kepada karyawan CT Corp di tengah aksi demonstrasi di depan Kantor Trans7, Jakarta, viral dan menuai sorotan tajam warganet.
Dalam video berdurasi pendek yang beredar luas itu, pria tersebut tampak berorasi dengan nada tinggi sambil menuding pihak media. Ia menuding tayangan salah satu program televisi dari jaringan CT Corp telah menyinggung umat, hingga membuat sejumlah massa turun ke jalan untuk memprotes.
Namun, yang membuat publik kian heboh bukan hanya aksi ancamannya, melainkan identitas pria itu. Hasil penelusuran warganet menemukan bahwa sosok tersebut adalah Muhammad Ainul Yaqin, yang ternyata menjabat sebagai Komisaris PT Transjakarta.
Tak hanya itu, nama Ainul Yaqin juga diketahui masih tercatat sebagai Ketua PW GP Ansor DKI Jakarta sekaligus Tenaga Ahli Menteri Agama RI. Fakta ini membuat banyak pihak mempertanyakan etika dan tanggung jawab pejabat publik dalam menjaga sikap di ruang publik.
Sontak, video tersebut memicu perdebatan luas di media sosial. Warganet membanjiri kolom komentar dengan berbagai reaksi, sebagian menilai tindakan Ainul Yaqin tidak pantas dilakukan oleh pejabat yang tengah mengemban amanah di BUMD maupun lembaga pemerintah.
Video yang viral menunjukkan Ainul berorasi di depan Kantor Trans7 setelah salah satu program stasiun televisi itu dinilai menyinggung pesantren dan ulama. Dalam video berdurasi 2 menit 20 detik, Ainul mengatakan:
“Salah satu tugas Ansor dan Banser adalah menjaga kiai, ulama, dan pondok pesantren. Apabila ada kiai, ulama kita dihina, maka Ansor dan Banser akan menjadi garda terdepan. Kalian ada karena adanya Nahdlatul Ulama. Jangan sampai kader-kader Banser menggorok leher kalian… Halal darah kalian apabila kalian mengolok-olok ulama Nahdlatul Ulama.” teriak Ainul.
Pandangan Pribadi
Sementara itu Manajemen PT Transportasi Jakarta (Trans-Jakarta) melalui Komisaris Utama, Letjen TNI (Purn) Untung Budiharto, menegaskan pernyataan Ainul merupakan pandangan pribadi dan sama sekali tidak mencerminkan sikap atau kebijakan resmi Trans-Jakarta.
“Sebagai BUMD Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT Trans-Jakarta berkomitmen menjaga netralitas, profesionalitas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai etika, toleransi, dan kebhinekaan dalam setiap aspek kegiatan dan komunikasi publiknya,” ujar Untung melalui keterangannya, Senin (20/10/2025).
Langkah Internal dan Klarifikasi
Pihak Trans-Jakarta akan mengambil langkah internal terkait masalah ini. Dewan Komisaris bersama Direksi akan melakukan klarifikasi untuk memastikan seluruh jajaran senantiasa mematuhi prinsip good corporate governance, sekaligus menjaga muruwah kelembagaan.
“Langkah ini diambil guna memastikan seluruh jajaran senantiasa mematuhi prinsip tata kelola perusahaan yang baik, serta menjaga marwah kelembagaan,” tambah Untung.
Untung menegaskan, Trans-Jakarta tetap memberikan penghormatan kepada seluruh ulama, tokoh agama, dan komunitas pesantren di Indonesia, termasuk Kiai Pondok Pesantren Lirboyo, sebagai bagian pilar moral dan sosial bangsa.
“Transjakarta menyampaikan pernyataan ini agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat,” kata dia.
Berikut ini rangkuman profil dan fakta terkini dari Muhammad Ainul Yakin, serta isu yang sedang menyertainya:
Profil & Jabatan
Ainul Yakin ditetapkan sebagai anggota Dewan Komisaris PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) oleh Pemprov DKI pada 1 Agustus 2025.
Ia juga disebut sebagai Ketua PW Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) DKI Jakarta.






