Kepada Habib Umar, Rigen Sang Komika Mengaku Takut Melawak
Kisah lain, lanjutnya, juga menunjukkan bahwa Rasulullah sendiri sesekali bercanda, tapi dengan cara yang lembut dan penuh makna.
“Ada orang datang meminta kendaraan untuk jihad, Rasulullah berkata, ‘Aku akan berikan anak unta.’ Orang itu bingung, karena mengira yang dimaksud bayi unta. Lalu Rasul menjelaskan, ‘Bukankah setiap unta adalah anak unta juga?’,” kisah Habib Umar, disambut tawa jamaah.
Rasulullah, menurut Habib Umar, bahkan pernah bercanda dengan seorang wanita yang salah paham soal “mata putih” suaminya. Namun semua dilakukan dengan santun, tanpa melukai perasaan siapa pun.
Niat dan Adab adalah Kuncinya
Dari penjelasan tersebut, Habib Umar menegaskan bahwa Islam tidak menolak humor, asalkan disertai niat yang benar, akhlak yang lembut, dan tujuan yang baik.
“Tertawa itu sunnah, asal tidak berlebihan dan tidak menghina. Menghibur orang lain dengan niat ikhlas bisa jadi amal besar di sisi Allah,” ucapnya.
Sang komika Rigen tampak tersenyum. Ia menundukkan kepala, pertanda terima kasih. (Wartabanjar.com/inilah.com)
Editor Restu