Geger! Air Sungai Tiba-Tiba Menggelembung di Murung Raya, Fenomena Alam atau Pertanda Pencemaran?
WARTABANJAR.COM, MURUNG RAYA – Warga Tumbang Lahung, Kecamatan Permata Intan, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, dibuat geger oleh fenomena aneh di sungai setempat. Dalam sebuah video yang viral di media sosial, terlihat air sungai tiba-tiba menggelembung hebat, seolah mengeluarkan sesuatu dari dasar air.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (18/10/2025) dan langsung menarik perhatian netizen yang penasaran — bahkan ada yang menduga fenomena ini berkaitan dengan aktivitas bawah tanah atau gas alam yang muncul ke permukaan.
Gelembung Aneh di Sungai: Fenomena Alamiah atau Tanda Bahaya?
Ahli lingkungan menjelaskan bahwa gelembung di sungai bisa muncul karena dua faktor utama, yaitu penyebab alami dan pencemaran lingkungan.
Penyebab Alami:
Pembusukan bahan organik — Daun dan ranting yang membusuk melepaskan surfaktan alami, mempermudah terbentuknya gelembung.
Gas metana — Dihasilkan dari proses pembusukan di dasar sungai, gas ini naik ke permukaan membentuk gelembung besar.
Perubahan suhu air — Air hangat melepas udara terlarut, menciptakan gelembung kecil.
Turbulensi alami — Arus deras dan bebatuan bisa menjebak udara, membentuk busa alami berwarna putih kecokelatan dengan bau tanah.
Penyebab Polusi:
Limbah rumah tangga — Sisa deterjen dan sabun bisa memicu busa tebal berwarna putih cerah dan berbau kimia.
Limbah industri — Zat kimia pabrik yang mengalir ke sungai dapat menimbulkan busa atau gelembung buatan.
Busa PFAS — Bahan kimia anti-lengket yang sulit terurai, biasanya bertahan lama di permukaan air.
Gas beracun — Gelembung berwarna pekat dan berbau menyengat bisa menandakan pelepasan gas berbahaya akibat kebocoran atau limbah beracun.
Cara Membedakannya:
Untuk mengenali apakah fenomena ini alami atau akibat polusi, masyarakat diminta memperhatikan beberapa hal berikut:
Warna dan bau: Busa alami cenderung kusam atau kecokelatan dan berbau tanah. Busa dari limbah justru putih mengilap dan beraroma kimia.
Kondisi air: Gelembung alami cepat hilang saat arus tenang, sedangkan busa akibat pencemaran bertahan lama.