Menteri LH Sebut Pulau Kalimantan Miliki Potensi Besar dalam Biodiversitas
“Kita sering menerima electronic waste dari luar negeri padahal Konvensi Basel sudah melarang itu. Jadi membangun tidak harus dimulai dari merusak, tetapi dengan memperbaiki dan berinvestasi jangka panjang,” ujarnya.
Ia menambahkan, Indonesia memiliki kekuatan besar untuk menjadi pemimpin dalam kolaborasi global mitigasi iklim, termasuk dalam mekanisme nilai ekonomi karbon seperti carbon pricing dan biodiversity credit.
“Tanpa Indonesia mempertahankan alamnya, dunia bisa kolaps. Maka mari kita mulai pembangunan dengan investasi yang menjaga keberlanjutan, bukan dengan eksploitasi,” ucap Hanif.
Hanif juga menegaskan bahwa manusia hanyalah khalifah di bumi, bukan pemilik yang bebas mengeksploitasi sumber daya alam. Ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga bumi sebagai warisan bagi generasi mendatang.
“Kita hanya memanage bumi ini, bukan mengeksploitasinya. Apa yang kita jaga hari ini akan menentukan kehidupan anak cucu kita ratusan tahun ke depan,” tutupnya. (Wartabanjar.com/MC Kalsel)
Editor Restu