“Seni adalah napas peradaban, dan budaya adalah jiwanya. Jika napas itu berhenti, maka peradaban akan pudar,” tegasnya dengan nada penuh makna.
Menurutnya, pengukuhan Dewan Kesenian HST menjadi titik awal kebangkitan seniman daerah untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan menanamkan kembali nilai-nilai tradisi dalam kehidupan modern.
“Kita boleh maju dengan teknologi, tapi jangan lupa berpijak pada tradisi,” pesannya, disambut tepuk tangan meriah hadirin.
Dengan semangat baru, M Fuad Rahman dan jajaran pengurus berkomitmen menjadikan Dewan Kesenian HST sebagai ruang kreatif yang inklusif, tempat bernaung bagi seluruh pelaku seni di daerah.
Mereka bertekad memperkuat jembatan antara tradisi dan inovasi, agar kesenian lokal tidak sekadar dikenang, tetapi juga dihidupkan kembali di panggung nasional bahkan internasional.
Malam itu, gema budaya terdengar kuat di Barabai — bukan hanya dari musik dan tari, tapi dari semangat baru yang mulai menyala untuk menghidupkan kembali napas seni di Bumi Murakata.(wartabanjar.com/Adew)
editor: nur muhammad







