Dua Pembalap Indonesia Berpeluang Rebut Gelar Juara Asia Road Racing Championship 2025 di Sepang
WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Harapan Indonesia untuk berjaya di kancah Asia Road Racing Championship (ARRC) 2025 semakin terbuka lebar. Dua pembalap muda Astra Honda Motor, M. Adenanta Putra dan Fadillah Arbi Aditama, sama-sama berpeluang meraih gelar juara di kelas berbeda pada seri yang digelar di Sepang International Circuit, Malaysia, 11–12 Oktober 2025.
Adenanta, yang turun di kelas Supersport 600 (SS600), kini menempati posisi kedua klasemen dengan 133 poin, dan masih memiliki peluang besar untuk merebut gelar juara musim ini dengan empat balapan tersisa.
“Putaran di Sepang akan sangat penting dalam perebutan gelar juara musim ini. Tentunya seluruh persiapan sudah saya lakukan untuk menghadapi putaran ini. Semoga saya mampu tampil tenang dan meraih hasil maksimal,” ujar Adenanta dalam keterangan resmi tim, Kamis (9/10).
Sementara itu, di kelas Asia Production 250cc (AP250), pembalap muda Fadillah Arbi Aditama berada di ambang sejarah setelah mengoleksi 145 poin dan unggul 37 poin dari pesaing terdekatnya. Arbi, yang berasal dari Purworejo, Jawa Tengah, tampil impresif sepanjang musim dan semakin matang setelah mendapat pengalaman berharga di ajang Moto3 World Championship bersama Honda Team Asia.
“Peluang menjadi juara AP250 sudah semakin nyata dengan dua putaran tersisa di Sepang dan Thailand. Saya harus tetap fokus agar bisa mengunci gelar juara secepatnya,” kata Arbi penuh semangat.
Selain keduanya, pembalap Indonesia lainnya, Andi Farid Izdihar, juga menunjukkan perkembangan positif di kelas Asian Superbike (ASB) 1000cc. Setelah sukses meraih podium di seri sebelumnya serta tampil kuat di Malaysia Superbike Championship (MSBK), Andi kini mengantongi 57 poin dan menempati posisi kedelapan klasemen sementara.
“Saya merasa ada progress positif bersama CBR1000RR-R, terutama sejak putaran Mandalika dan juga di MSBK yang saya ikuti. Saya optimistis bisa kompetitif pada putaran kelima ini. Mohon doa dan dukungannya,” ujar Andi.