BARABAI, WARTABANJAR.COM – Energi muda membuncah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST)! Pemerintah Kabupaten HST melalui Dinas Perpustakaan Daerah berkolaborasi dengan komunitas Gen Z Movement HST resmi menggulirkan Youth Workshop 2025 bertema “Membangun Personal Branding Generasi Muda Melalui Literasi dan Kesehatan Mental”, Rabu (8/10/2025) di Aula Lantai 3 Dinas Perpustakaan HST.

Workshop ini menjadi magnet baru bagi kalangan pelajar dan pegiat literasi yang haus akan perubahan. Tak tanggung-tanggung, kegiatan dibuka langsung oleh Bunda Literasi Kabupaten HST, Deni Era Yuliyantie, yang menegaskan bahwa literasi dan kesehatan mental merupakan pondasi emas pembentuk karakter tangguh generasi muda di tengah derasnya arus digital.

“Literasi bukan cuma soal membaca atau menulis, tapi kemampuan memahami, menganalisis, dan mengolah informasi secara cerdas. Personal branding kuat hanya lahir dari wawasan luas dan mental sehat,” tegas Deni penuh semangat.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan mental di era penuh tekanan dan informasi cepat.

BACA JUGA: Ledakan Keras di Nucleus Farma, Hancurkan Gedung

“Melalui literasi, kita belajar mengenal diri, berpikir jernih, dan menjaga kesehatan mental agar tetap kuat menghadapi tekanan hidup,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan HST, Ahmad Fathoni, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan gerakan strategis membangun SDM unggul.

“Anak muda hari ini harus siap menghadapi dunia yang berubah cepat. Literasi dan personal branding jadi senjata utama agar tak tertinggal,” ujarnya.

Workshop tersebut menghadirkan narasumber inspiratif: Bahrul Ilmi, S.Pd (Founder Rumah Pustaka), Putra Albanjary dan Rizqi Zaidi (Founder & Co-founder Banua Anam Kreatif), serta Dhieny Agrina Khairani, M.Psi., Psikolog, pegiat kesehatan mental yang membakar semangat peserta dengan sesi reflektif dan interaktif.

Tak ketinggalan, Ketua DPD KNPI HST, Nadea Rizky Ananda, turut memberi pesan tajam.

“Literasi itu senjata. Bukan hanya membaca, tapi memahami, mencipta, dan menyaring informasi dari banjir hoaks. Pemuda literat adalah pemuda merdeka!” tegasnya.