WARTABANJAR.COM, BATULICIN – Setelah melalui proses panjang dan penuh dinamika, para pedagang Pasar Pagatan di Kecamatan Kusan Hilir akhirnya menyetujui rencana relokasi yang ditawarkan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu. Keputusan itu tercapai dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) lanjutan bersama DPRD Tanah Bumbu, Selasa (7/10/2025).

Sebelumnya, pedagang sempat menolak relokasi ke Desa Pagarruyung lantaran jaraknya dinilai terlalu jauh dan infrastruktur belum memadai. Mereka menginginkan agar lokasi baru tetap berada di sekitar pusat kota agar mudah dijangkau pembeli.

Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskumdagri) bersama pihak kecamatan, pemerintah desa, serta koordinator pedagang melakukan survei lapangan. Hasilnya, ditetapkanlah lokasi baru di Jalan Anang Panangah dan area bekas bioskop lama, yang dianggap paling strategis.

“Kami turun langsung ke lapangan, mendengarkan semua pihak. Lokasi ini kami pilih karena paling memenuhi harapan pedagang dan masyarakat,” ujar perwakilan Diskumdagri.

BACA JUGA: SIAP-SIAP! BPKPAD Banjarmasin Bidik Pajak Kos-Kosan & Retribusi Daerah untuk Dongkrak PAD

Diskumdagri memastikan sekitar 200 pedagang aktif akan tetap terakomodasi berdasarkan data resmi dari koordinator pasar. Setelah mendengar lokasi baru dan penjelasan soal pembangunan yang lebih jelas, para pedagang akhirnya sepakat dengan relokasi. Mereka hanya berharap ukuran kios bisa diperluas agar aktivitas dagang lebih nyaman.

Hasil Rapat dan Komitmen Pemerintah

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Tanah Bumbu, H. Hasanuddin, menghasilkan beberapa kesimpulan penting, antara lain:

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mengalokasikan dana sebesar Rp1,2 miliar untuk pembangunan pasar relokasi.

Warga menyetujui pemindahan pasar ke kawasan Pasar Baru, dengan catatan pembangunan harus melibatkan masyarakat sekitar.

Pengelolaan kios di sekitar SD Pasar Baru akan ditangani oleh Pemerintah Desa, sedangkan pasar utama dikelola oleh Diskumdagri.

Seluruh proses relokasi ditargetkan rampung sebelum Idul Fitri 2026, agar pedagang bisa kembali berjualan seperti biasa saat momen hari besar.

Dengan adanya titik terang ini, para pedagang menyampaikan rasa lega dan optimisme terhadap masa depan usaha mereka.