Kreator Konten Rizky Kabah Diciduk di Jakarta, Story Instagram Terakhir Jadi Tanda Misterius
WARTABANJAR.COM, PONTIANAK – Kreator konten asal Pontianak, Kalimantan Barat, Rizky Kabah akhirnya ditangkap aparat kepolisian setelah dua kali mangkir dari panggilan resmi. Penangkapan dilakukan di kediamannya di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (1/10/2025) malam.
“Benar, RK diamankan saat berada di Jakarta Pusat,” ujar Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Bayu Suseno, Jumat (3/10/2025).
Dijemput Paksa Usai Dua Kali Mangkir
Bayu menegaskan penangkapan dilakukan oleh tim Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Kalbar. Penyidik sebelumnya telah dua kali melayangkan surat pemanggilan, namun Rizky yang bernama lengkap Riezky Kabah Nizar tak kunjung hadir.
“Penyidik akhirnya menempuh langkah tegas untuk melakukan penjemputan paksa,” jelas Bayu.
Setelah diamankan, Rizky langsung diterbangkan ke Pontianak dan kini menjalani pemeriksaan intensif di Polda Kalbar terkait dugaan penghinaan terhadap suku Dayak melalui konten media sosialnya.
Story Instagram Jadi Sorotan
Yang membuat publik heboh, Rizky sempat mengunggah story Instagram sesaat sebelum ditangkap. Dalam unggahan akun @ikykabah, ia tampak berkemeja hitam, berkacamata, dan menurunkan masker ke dagu sambil menggigit jari telunjuk.
“Hot news will begin darling (Berita hangat akan dimulai sayang),” tulis Rizky.
Tak lama setelah unggahan itu, ia terlihat digiring aparat kepolisian di Bandara Internasional Supadio Pontianak dengan pakaian yang sama seperti dalam videonya.
Kasus ini bermula dari laporan sejumlah Ormas dan OKP Dayak pada 9 September 2025. Rizky dilaporkan karena kontennya dianggap melecehkan budaya dengan menyebut suku Dayak menganut ilmu hitam. Dalam video kontroversial itu, ia berdiri di depan Rumah Radakng Pontianak, rumah adat kebanggaan masyarakat Dayak.
Ketua Ormas Mangkok Merah Kalimantan Barat (MMKB), Iyen Bagago, menyatakan apresiasi terhadap langkah tegas kepolisian.
“Atas nama masyarakat Dayak, saya mengucapkan terima kasih kepada Polda Kalbar yang telah menindak tegas pelaku penghinaan. Semoga menjadi pelajaran bagi semua,” tegas Iyen.
Pesan Polisi: Gunakan Medsos Secara Bijak