Hendro bukan pendidik biasa. Lulusan S1 Universitas Negeri Malang dan S2 Manajemen Pendidikan ULM ini juga sempat menimba ilmu di Jerman, bersama sembilan pendidik terpilih.
“Di sana kami belajar sinkronisasi SMK dengan industri. Saya juga belajar pedagogi di Universitas Marburg dan praktik di HWK (Handwerk Kammer),” tuturnya.

Pengalaman internasional itu ia bawa pulang, termasuk menekankan kurikulum yang sesuai kebutuhan dunia kerja. Bahkan, ia juga terlibat dalam desain gedung SMKN yang ada di Kalsel.

Bagi Hendro, pendidikan vokasi adalah bentuk pengabdian nyata.

"Harapan saya, siswa SMKN 5 bisa berprestasi sampai tingkat internasional, dan yang terpenting, lulusan bisa langsung terserap industri,” pungkasnya.(Wartabanjar.com/Ramadan)

editor: nur muhammad