Dua Raja, Satu Era: Marquez Samai Koleksi 7 Gelar MotoGP Milik Rossi
WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Sejarah baru tercipta di dunia MotoGP. Marc Marquez resmi menyamai torehan legenda hidup Valentino Rossi dengan koleksi tujuh gelar juara dunia kelas utama usai mengunci titel musim 2025 di Sirkuit Motegi, Jepang, pekan lalu. Dua nama besar ini kini berdiri sejajar sebagai raja lintasan dalam dua generasi yang berbeda.
Marquez memastikan gelar juara dunia ketujuhnya setelah tampil dominan sepanjang musim, mengoleksi kemenangan demi kemenangan dan mengunci gelar dengan lima balapan tersisa. Raihan ini membuat pembalap asal Spanyol tersebut menempatkan namanya sejajar dengan Rossi ikon MotoGP yang mendominasi era 2000-an.
“Meraih tujuh gelar di kelas premier adalah sesuatu yang luar biasa. Ketika saya kecil, saya menyaksikan Rossi sebagai idola. Kini bisa menyamai rekornya adalah kehormatan besar,” ujar Marquez usai balapan.
Valentino Rossi sendiri meraih tujuh gelar MotoGP antara tahun 2001 hingga 2009, era di mana ia mendominasi bersama Honda dan Yamaha. Sementara Marquez mencapai rekor tersebut dalam waktu yang relatif lebih singkat, memulai debutnya pada 2013 dan langsung meraih gelar juara di musim pertamanya.
Keduanya pun dikenal sebagai ikon dalam masanya masing-masing. Rossi dengan gaya flamboyan, selebrasi khas, dan karisma yang membentuk fanbase global. Sementara Marquez membawa gaya balap agresif, teknik “elbow down” yang revolusioner, serta rekor demi rekor yang ia pecahkan di usia muda.
Namun perjalanan keduanya tidak selalu berjalan mulus. Rivalitas panas antara Rossi dan Marquez sempat memanas di beberapa musim, termasuk insiden kontroversial di Sepang 2015 yang hingga kini masih menjadi salah satu momen paling dramatis dalam sejarah MotoGP. Meski begitu, keduanya tetap dihormati sebagai pembalap terbaik generasinya.
Kini, pertanyaan besar pun muncul: siapa yang akan melangkah lebih jauh? Dengan usia yang lebih muda dan performa yang masih konsisten, Marquez memiliki peluang besar untuk melampaui rekor Rossi dan menulis babak baru dalam sejarah MotoGP.