WARTABANJAR.COM — Situasi Laut Mediterania memanas! Sebanyak 44 kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla dilaporkan berhasil memasuki yellow zone, Selasa (30/9/2025). Armada internasional yang membawa aktivis dan relawan dari 45 negara ini kini hanya berjarak 192 nautical miles dari Gaza.

Konvoi tersebut menjadi sorotan dunia lantaran di dalamnya bergabung tokoh-tokoh penting seperti aktivis lingkungan Greta Thunberg, cucu Nelson Mandela Mandla Mandela, hingga politisi Portugis Mariana Mortágua.

Risiko Besar di Depan Mata

Perjalanan konvoi belum berakhir. Setelah melewati yellow zone, mereka akan menghadapi red zone—wilayah laut yang dikenal paling berbahaya karena rawan intersepsi dan serangan dari militer Israel.

“Ini adalah misi bersejarah. Kami datang dengan damai membawa bantuan untuk Gaza, bukan perang,” ujar salah seorang juru bicara flotilla.

Perjuangan Relawan Indonesia

Indonesia juga tercatat ikut ambil bagian dalam barisan solidaritas dunia ini. Ketua IGPC Muhammad Husein bersama tim Sumud Nusantara berada di barisan belakang armada.

Namun, dua nama lain yakni Wanda Hamidah dan Muhammad Faturrahman masih tertahan di Sisilia, Italia.

Lewat akun Instagram pribadinya @wandahamidahbsa, Wanda mengungkapkan dugaan serius bahwa kapal mereka disabotase. Ia menyebut telah terjadi perusakan teknis serta penyuapan terhadap kru kapal, termasuk kapten, yang akhirnya meninggalkan mereka setelah menerima ancaman sekaligus uang imbalan.

Tekanan Internasional Menguat

Flotilla Global Sumud menjadi simbol perlawanan damai terhadap blokade Israel di Gaza. Konvoi ini membawa logistik penting berupa obat-obatan, makanan, dan peralatan medis yang sangat dibutuhkan warga Palestina.

Banyak pengamat menilai, bila armada ini berhasil menembus Gaza, maka aksi tersebut akan menjadi pukulan moral besar bagi Israel sekaligus momentum solidaritas global terhadap Palestina.(Wartabanjar.com/Berbagai Sumber)

editor: nur muhammad