Menurut Masturi, khusus untuk paket pemagangan, perencanaannya telah didahului dengan rencana rekrutmen dari pihak penyelenggara.

"Otomatis selesai pelatihan akan ada evaluasi dan langsung ada proses penerimaan, rekrutmen di perusahaan," jelasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan pengalaman, tingkat penyerapan peserta magang mencapai hampir 98%.

Angka ini tidak mencapai 100% karena terkadang ada peserta yang mengundurkan diri atau perubahan kondisi di perusahaan.

Masturi juga menyoroti kendala anggaran yang menyebabkan durasi pemagangan tahun ini dipersingkat dari lima bulan menjadi tiga bulan.

Hal ini terjadi karena alokasi dana operasional pencari kerja masuk dalam pos perjalanan dinas, sehingga pihaknya harus menunggu anggaran perubahan.

Inovasi Pelatihan: Dari Pasar Kerja Hingga Wirausaha Pertanian

Selain program pemagangan yang berbasis permintaan pasar (adanya lowongan terlebih dahulu), Disnakerperin juga menginisiasi model pelatihan yang berbeda.

Terdapat dua Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bahasa Jepang di Tanah Laut dan satu LPK di Balikpapan yang bekerja sama untuk kejuruan alat angkut dan angkat, karena kejuruan tersebut tidak tersedia di daerah.

Terbaru, pemerintah merintis LPK swasta dengan kejuruan di bidang pertanian dalam arti luas, mencakup peternakan, perkebunan, perikanan, hingga hortikultura.

Langkah ini diambil untuk memanfaatkan potensi pertanian di Tanah Laut dan menarik minat generasi muda.

"Konsen LPK ini untuk menarik fresh graduate atau anak-anak muda yang belum jadi petani, belum minat jadi petani, mau terjun ke petani. Jadi, ini pintu awal untuk mencintai pertanian," ujar Masturi.

Berbeda dengan model pemagangan, LPK pertanian ini berbasis pada pengembangan SDM untuk menciptakan pekerja mandiri, bukan untuk mengisi lowongan yang sudah ada.

Sasarannya adalah generasi milenial dan Gen Z, terutama lulusan pendidikan kejuruan, agar mereka memiliki pilihan karier selain di ekonomi kreatif.

"Kalau yang LPK, latihan dulu, nanti menciptakan pekerja mandiri," pungkasnya. (Wartabanjar.com/Gazali)

Editor: Yayu