WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Intrusi air laut ke sungai di Kota Banjarmasin masih terjadi. Tingginya kadar garam membuat PT Air Minum (PAM) Bandarmasih masih terkendala memproduksi dan mendistribusikan air bersih konsumsi.

Sempat menyalurkan air khusus untuk MCK (mandi, cuci, kakus) ke wilayah terdampak, PAM Bandarmasih memutuskan hanya menyalurkan air bersih konsumsi ke seluruh pelanggan mulai Selasa (29/9/2026) pukul 00.00 Wita.

Penyaluran dilakukan bergilir menyesuaikan kemampuan produksi berkaitan dengan kondisi sumber air baku.

Baca juga: Warga Banjarmasin Jejer Galon, PAM Bandarmasih Bagi 64 Tandon ke Wilayah Terdampak Air Asin

Baca juga: Perumda Ancam Kosongkan Kios di Pasar Baru Permai Banjarmasin Kalau Tunggakan Tak Dibayar

PAM Bandarmasih pun menyebarkan informasi yang dapat menjadi panduan pelanggan mendapatkan air bersih konsumsi.

"Pelanggan bisa memanfaatkan jam puncak layanan wilayah masing-masing untuk mendapakan air. Apabila memerlukan informasi layanan pelanggan dapat menghubungi nomor 0511 3252541," kata Supervisor Humas PAM Bandarmasih Murjani SE, Kamis (1/10/2026).

 Berikut daftar wilayah pelayanan dan jam puncak distribusi air:

1) Booster S Parman dengan wilayah pelayanan Banjarmasin Utara (sisi kiri)

Jam puncak layanan: 05.00-07.00 Wita dan 17.00-19.00 Wita

Wilayah normal meliputi Antasan Kecil Timur, Sungai Jingah, Surgi Mufti, Pangeran, dan Kuin Utara.

Wilayah tekanan air turun meliputi Alalak Selatan.

Wilayah kemacetan meliputi Alalak Utara dan Alalak Tengah.

2) Wilayah Banjarmasin Timur, sebagian Banjarmasin Selatan dan sebagian Banjarmasin Tengah

Jam Distribusi maksimal: 06.00-12.00 Wita

Wilayah normal meliputi Sungai Bilu, Sungai Jingah, Surgi Mufti, Alalak Tengah dan Pengambangan.

Wilayah tekanan air turun meliputi Kuripan, Kebun Bunga, Karang Mekar, Banua Anyar, dan Pemurus Luar.

Wilayah kemacetan aliran air yaitu Pekapuran Raya.

3) Booster Banua Anyar dengan wilayah pelayanan Banjarmasin Utara (sisi kanan)

Puncak layanan: 06.00-10.00 Wita dan 17.00-20.00 Wita

Wilayah air normal meliputi Antasan Kecil Timur, Surgi Mufti, Sungai Jingah, Pangeran, dan Kuin Utara.

Wilayah tekanan air turun meliputi Sungai Miai.

Wilayah kemacetan meliputi Sungai Andai dan Sebagian Alalak Utara.