WARTABANJAR.COM, KANDANGAN – Kasus pembunuhan sadis yang menewaskan Jumaidi (40), warga Desa Ulang, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, masih menyisakan misteri. Meski sudah empat bulan berlalu sejak 31 Mei 2025, pelaku pemenggalan kepala itu belum juga berhasil ditangkap aparat kepolisian.

Kuasa hukum keluarga korban, Rabiatul Qifiah, menegaskan pihaknya menuntut agar polisi segera mengungkap pelaku pembunuhan keji tersebut.

“Kami meminta polisi segera menangkap pelaku. Kalau pelakunya saja belum tertangkap, bagaimana bisa menuntut keadilan di pengadilan?” ujarnya di Banjarmasin, Senin (29/9/2025).

Kronologi: Jasad Tanpa Kepala Gegerkan Warga

Tragedi berdarah itu bermula pada Sabtu pagi, 31 Mei 2025, ketika warga menemukan jasad Jumaidi dalam kondisi mengenaskan tanpa kepala di Dusun Bangkauan, Desa Ulang.

Beberapa hari kemudian, tepatnya 3 Juni 2025, bagian kepala korban akhirnya ditemukan di kawasan hutan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) oleh tim gabungan bersama warga. Penemuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa korban menjadi korban mutilasi sadis.

Saksi Mangkir, Proses Hukum Tersendat

Menurut Rabiatul, ada dua saksi penting yang hingga kini belum memenuhi panggilan polisi. Hal itu tercatat dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang dikeluarkan Satreskrim Polres HSS.

“Penyidik berhak menjemput paksa bahkan menetapkan status DPO jika saksi terus mangkir. Kalau tidak mau memenuhi panggilan polisi, berarti sudah merintangi penyidikan,” tegasnya.

Salah satu keluarga korban, Misdianto, juga mendesak kepolisian agar segera menuntaskan kasus ini.

“Kami meminta polisi segera menangkap pelaku,” katanya singkat.

Keluarga berharap aparat kepolisian lebih serius dalam mengusut kasus mutilasi ini, bukan hanya demi memberikan keadilan, tetapi juga untuk menghilangkan keresahan dan ketakutan yang kini menghantui masyarakat Loksado dan sekitarnya.

Kasus ini menjadi salah satu tragedi kriminal paling keji di Kalimantan Selatan tahun 2025. Publik kini menunggu langkah tegas polisi dalam mengungkap siapa dalang di balik pembunuhan sadis tersebut.(Wartabanjar.com/Berbagai Sumber)

editor: nur muhammad