FENOMENA "TEPUK SAKINAH!" Penghulu Banjarbaru Bongkar Makna Mendalam di Balik Yel-Yel Lucu
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Media sosial tengah diramaikan dengan fenomena “Tepuk Sakinah”, sebuah yel-yel unik yang sekilas terlihat lucu dalam pelatihan pranikah. Namun, di balik gerakan sederhana dan teriakan semangat itu ternyata tersimpan pesan mendalam tentang nilai kehidupan rumah tangga.
Ketua PC APRI (Asosiasi Penghulu Republik Indonesia) Kota Banjarbaru, H. Syahdi Hidayat Said, menegaskan bahwa Tepuk Sakinah bukanlah sekadar gimmick atau hiburan. Program ini merupakan strategi komunikasi edukatif yang dikembangkan oleh Kementerian Agama, khususnya Direktorat Bina Masyarakat Islam.
“Tujuan utama Tepuk Sakinah adalah mempermudah calon pengantin memahami nilai-nilai penting dalam rumah tangga. Kami kemas dengan cara ringan, tapi penuh makna,” jelas Syahdi, Jumat (26/9/2025).
Pilar Rumah Tangga dalam Tepuk Sakinah
Syahdi menuturkan, di balik yel-yel sederhana ini tersimpan fondasi rumah tangga sakinah, di antaranya:
Komitmen suami-istri membentuk keluarga sah secara agama dan negara.
Janji kokoh (mitsaqan ghaliza) sebagai ikatan suci dalam pernikahan.
Saling menjaga dan mencintai, membangun relasi yang ma’ruf (baik).
Saling ridha, menerima kelebihan dan kekurangan pasangan.
Musyawarah dan komunikasi, sebagai kunci kebersamaan dalam mengambil keputusan.
“Dengan bentuk tepuk, pesan-pesan ini lebih mudah diingat. Jadi ketika mereka menjalani rumah tangga, nilai dasarnya tidak hilang,” tambahnya.
Menurutnya, metode ini kini sudah mulai diterapkan di Banjarbaru dalam sesi pembinaan calon pengantin. Meski tidak wajib, pendekatan kreatif ini terbukti membuat suasana pembelajaran lebih cair, santai, tapi tetap sarat makna.
“Pembinaan pranikah bukan sekadar formalitas. Ini adalah bekal penting agar generasi keluarga ke depan kuat secara nilai dan komitmen. Tepuk Sakinah menjadi salah satu cara efektif untuk menanamkan itu sejak awal,” tegas Syahdi.
Dengan viralnya Tepuk Sakinah, publik pun diingatkan kembali bahwa pernikahan bukan hanya pesta seremonial, melainkan ikatan suci yang harus dijaga dengan keseriusan dan cinta.(wartabanjar.com/IKhsan)
editor: nur muhammad