WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai wadah pencetak tenaga kerja terampil mendapat sorotan dari Komisi IX DPR RI dalam kunjungan kerjanya ke UPT BLK Kalimantan Selatan, Kamis (25/9/2025).

Wakil Ketua Komisi IX, Nihayatul Wafiroh, menyatakan keberadaan BLK harus menjadi mitra strategis negara dalam mengurangi angka pengangguran dan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masih tinggi di berbagai daerah.

"Kami ingin memastikan BLK benar-benar menjadi tempat lahirnya tenaga kerja baru yang punya keterampilan sesuai kebutuhan industri," tegasnya kepada awak media.

BACA JUGA: VIDEO - Italia & Spanyol Kerahkan Kapal Perang Kawal Armada Bantuan Kemanusiaan yang Diserang Drone Israel

Namun, untuk mewujudkan hal itu, sarana dan prasarana BLK harus ditingkatkan, baik dari segi fasilitas maupun alat pelatihan.

Wafiroh menilai, peralatan lama yang tidak relevan justru bisa menjadi penghambat dalam menghasilkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja.

"Jangan sampai mereka sudah dilatih tapi skillnya tak lagi sesuai kebutuhan industri karena alatnya sudah ketinggalan zaman," tambahnya.

Wafiroh juga menyoroti pentingnya sinergi antara BLK dengan sektor industri. Ia mengingatkan agar proses pelatihan, magang, hingga penyerapan tenaga kerja tidak terputus dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

"Jangan sampai yang dilatih, yang magang, dan yang diterima itu orang yang berbeda. Ini harus kita tata bersama," tandasnya.

Selain itu, Wafiroh juga menekankan BLK harus mulai menyediakan pelatihan yang terjangkau dan ramah disabilitas, serta mengubah mindset pengelola agar inklusi tidak hanya sebatas fasilitas fisik.

"Aksesibilitas itu bukan hanya soal ada atau tidaknya fasilitas, tapi bagaimana pola pikir pengelola menyikapi kelompok disabilitas sebagai bagian dari potensi tenaga kerja," tutup politisi PKB tersebut. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor Restu