HOROR DI HOTEL! Super Typhoon Ragasa 2025 Hantam Bangunan Tinggi, Tamu Panik Berlarian!
WARTABANJAR.COM – Amukan Super Typhoon Ragasa 2025 makin tak terbendung. Setelah menumbangkan rumah, menenggelamkan jalan, hingga meluluhlantakkan pesisir Asia Timur, kini badai monster ini juga menghantam hotel-hotel besar di kawasan terdampak.
Di Guangdong, Tiongkok, beberapa hotel bertingkat tinggi mengalami kerusakan parah: kaca jendela pecah diterjang angin 280 km/jam, atap beterbangan, hingga lobi tergenang banjir. Para tamu panik berhamburan keluar kamar, sebagian bahkan harus dievakuasi melalui tangga darurat.
Saksi mata menyebut suasana hotel saat Ragasa menerjang bagaikan film kiamat. Lampu padam, suara angin menderu seperti jet, dan serpihan kaca beterbangan menghantam koridor.
“Gedung bergetar, alarm meraung-raung, kami pikir bangunan akan runtuh,” ujar seorang wisatawan asing yang berhasil dievakuasi petugas.
Beberapa hotel di kawasan pantai Guangdong tergenang hingga lantai bawah, tamu dievakuasi dengan perahu karet.
Di Taiwan, sejumlah penginapan kecil hancur akibat banjir bandang dari jebolnya bendungan alami.
Di Filipina, hotel-hotel pesisir utara rusak berat, sebagian roboh diterjang gelombang pasang.
Ragasa tak hanya menghantam permukiman warga, tapi juga sektor pariwisata, membuat ribuan wisatawan terlantar di wilayah bencana.
Jejak Teror Ragasa 2025
21–22 September 2025 → Ragasa terbentuk di Samudra Pasifik barat, menguat cepat hingga berstatus super typhoon.
23 September 2025 → Filipina utara dihantam: kapal hilang, banjir bandang, korban jiwa mulai berjatuhan.
24 September 2025 (pagi) → Taiwan diterjang dahsyat. Bendungan alami di Hualien jebol, melepaskan 60 juta ton air, memicu banjir bandang mematikan.
24 September 2025 (malam) → Hong Kong dan Guangdong, Tiongkok, masuk status siaga penuh. Evakuasi besar-besaran dilakukan.
25 September 2025 (hari ini) → Guangdong dihantam langsung. 1,9 juta orang dievakuasi, sekolah ditutup, transportasi lumpuh, dan kota-kota berubah jadi lautan air.
Sementara itu Teror Ragasa 2025 meninggalkan korban dan Kerusakan di Taiwan: 17 korban jiwa dan Filipina: 10 korban jiwa.
Tiongkok: Evakuasi terbesar sepanjang 2025 dengan 1,9 juta penduduk dipindahkan.
Atap rumah beterbangan, jalan raya berubah jadi sungai, hingga aliran listrik padam di banyak wilayah. Ragasa kini disebut-sebut sebagai badai paling mematikan tahun ini.