DAMPAK DEMO GUNCANG NEPAL! Hunian Hotel Rontok, Turis Kabur di Puncak Musim Wisata

Ketua HAN (Hotel Association Nepal) Pokhara, Laxman Subedi, menyebut tren pembatalan terus berlanjut untuk Oktober–November, mayoritas dari wisatawan India. Padahal, Pokhara memiliki sekitar 1.200 hotel yang kini nyaris tanpa tamu.

Untuk menyelamatkan citra pariwisata, Dewan Pariwisata Nepal (NTB) meluncurkan kampanye global lewat tagar #NepalNow #VisitNepal #WeAreInNepalNow.

Presiden HAN, Binayak Shah, menegaskan bahwa Nepal tetap aman dikunjungi.

“Wisatawan yang sudah berada di sini tetap trekking, mengunjungi kuil, dan bepergian normal. Tapi pasca kerusuhan, banyak yang ragu ‘apakah Nepal aman?’ Padahal situasi kini sudah stabil,” tegasnya.

Menjelang Hari Pariwisata Dunia (27 September), pemerintah Nepal bersiap menonjolkan kembali citra negeri Himalaya sebagai tujuan wisata ramah dan aman.

“Kami berharap Perdana Menteri Sushila Karki menyampaikan pesan kuat bahwa Nepal aman dan terbuka untuk dunia. Itu sangat dibutuhkan saat ini,” pungkas Shah.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)

editor: nur muhammad