Nahkodai BKPRMI Banjarbaru: Siti Qamah Fokus pada Pembinaan Remaja Masjid & Guru Ngaji
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Kota Banjarbaru menjadi saksi penting terselenggaranya Musyawarah Daerah (Musda) ke-6 Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Sabtu (20/9/2025). Ajang lima tahunan ini tidak hanya menjadi forum regenerasi kepemimpinan, tetapi juga peneguhan komitmen dalam meningkatkan kualitas pembinaan remaja masjid, ustadz-ustadzah, dan guru ngaji di Banjarbaru.
Ketua BKPRMI Banjarbaru dua periode, Muhammad Ikhsan, menegaskan bahwa Musda kali ini membawa misi besar untuk periode 2025-2030.
“Fokus kita ke depan adalah pembinaan ustadz dan ustadzah, peningkatan kualitas remaja masjid, kesejahteraan guru mengaji, serta mendukung program Pemko Banjarbaru menuju Banjarbaru Emas,” ujarnya.
Dalam Musda tersebut, Ustadzah Siti Qamah resmi terpilih sebagai Ketua BKPRMI Banjarbaru periode 2025-2030. Sosok yang telah lebih dari 35 tahun mengabdi di BKPRMI ini disebut sebagai figur senior yang matang dan berpengalaman.
“Beliau adalah kader terbaik yang kami miliki. Sudah mengikuti pelatihan manajemen dakwah (LMD) tahap satu dan memenuhi semua syarat untuk menjadi ketua,” ungkap Ikhsan.
Ketua Umum BKPRMI Kalsel, Ustadz Fahritaji, turut memberikan pesan agar jajaran pengurus tetap berkhidmat dalam membina generasi muda melalui penguatan baca tulis Al-Qur’an.
“Terus bersinergi dengan Pemerintah untuk turut serta mensukseskan program-program Pemerintah Banjarbaru,” pesannya.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Kepala Bagian Kesra, Dahrani, yang menegaskan komitmen Pemko dalam mendukung program BKPRMI, khususnya terkait kesejahteraan guru ngaji.
“Pemko Banjarbaru akan terus mendukung kegiatan BKPRMI, termasuk dalam upaya meningkatkan kesejahteraan guru mengaji di kota ini,” tuturnya.
Dengan terpilihnya Siti Qamah, diharapkan BKPRMI Banjarbaru semakin solid dalam membawa gerakan dakwah dan pembinaan generasi Qur’ani, sejalan dengan visi mewujudkan Banjarbaru Emas 2030.(wartabanjar.com/IKhsan)
editor: nur muhammad